Seruan Khilafah Dari Ulama Aswaja Tapal Kuda, Pada Multaqa Ulama Aswaja di Pamekasan, Madura

Tapal Kuda, Jatim (shautululama) – Ahad, 9 Februari 2020, Seratusan lebih Ulama dan Kyai dari Wilayah Tapal Kuda, Jatim mengikuti Multaqa Ulama Ahlussunnah wal jamaah di Pondok pesantren At Taufiq, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Acara multaqa tersebut dihadiri sekitar 600 ulama se Jawa Timur dengan mengambil tema: 2020 Tahun Umat Islam

Seratusan lebih Ulama Aswaja Wilayah Tapal Kuda, (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang) dengan penuh keikhlasan dan rasa cintanya yang mendalam terhadap penerapan syariah dalam bingkai Khilafah, tidak ragu melangkahkan kakinya menuju tempat acara. Kiyai Ahmad Sukirno, dan Kiyai Syaifuddin Banjar Sawah, nampak sudah memimpin kafilahnya masing masing sejak jam 20.00 WIB. Dingin dan gelapnya lereng gunung nyaris tidak dirasakan, agar bisa sampai sebelum shubuh di tempat acara.

Shohibul Fadhilah Gus Rohibni dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa segala problematika ummat yang sudah multidimensi saat ini harus segera diakhiri, dengan segera mengambil Islam sebagai solusinya.

Shohibul Fadhilah Gus Tuhu, menyampaikan bahwa Umat Islam sebagai Khoiru Ummah adalah sebuah predikat yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat Islam generasi awal, sebagai umat terbaik karena amal mereka yaitu amar makruf nahi munkar dan akan tetap menjadi predikat bagi umat Islam sesudah mereka, selama umat islam melakukan amal yang sama yaitu amar makruf nahi mungkar.

Fakta umat islam yang masih terpuruk sampai hari ini sejak sistem khilafah sebagai sistem kehidupan Islam tercabut dari diri mereka adalah gambaran nyata bahwa aktifitas amar makruf nahi mungkar terabaikan.

Semakin lama umat lalai terhadap aktifitas amar makruf nahi mungkar semakin lama pula keterpurukan menimpa mereka.

Dari sinilah perlu ada upaya untuk terus memerus membangkitkan umat agar bersemangat melakukan aktifitas amar makruf nahi mungkar sampai terjadi perubahan nyata dari terpuruk menjadi bangkit dan jaya. Sementara yang paling mampu menjadi pembimbing umat melakukan aktifitas amar makruf nahi mungkar adalah ulama.

Ulama’lah yang memiliki ilmu tentang amar makruf nahi mungkar dengan cara yang benar. Berarti kebangkitan ulama pejuang yang akan memimpin dan membimbing umat ke arah kebangkitan meraka sebuah kebutuhan dan keharusan

Senada dengan hal tersebut, shohibul Fadhilah Kyai Syaifuddin menyampaikan bahwa
“Khilafah adalah ajaran Islam, pasti membawa kebaikan bagi menusia dan alam. Keliru besar jika menganggap Khilafah itu ancaman. Itu artinya menganggap bahwa Islam adalah ancaman. Kalau ada anggapan seperti itu, pasti dari orang kafir. tulis KAFIR ya!”, pungkasnya.

Hadir para Ulama Aswaja dari Wilayah Tapal kuda antara lain:
1. KH Abdulloh Amroni, Pengasuh PP Kyai Sekar Alamri Probolinggo
2. Gus Zen Pengasuh Majelis Ta’lim Nurul Fikri Probolinggo
3.Kyai Indra Fahrudin, Pengasuh Majelis Ta’lim Taqorrub Ilalloh Probolinggo
4. Gus Tuhu, Pengasuh Majelis Ta’lim Almustanir Probolinggo
5. Kiyai Budiman (PP. Al ghuroba) Probolinggo
6. Ust. Syaifuddin (Pengasuh Taman Pendidikan Al Qur’an) Probolinggo
7. Gus Rohibni Bashri (Pengasuh Madin Nurul Masud Rembang Pasuruan)
8. Ust. Romli Abul Wafa (MT. Darul Hijrah Pasuruan)
9. Ust. Zainulloh, (Pengasuh Majelis Taklim Baitul Muslimin Rembang Pasuruan)
10. Gus Huda Adlany (Pengasuh Majelis Taklim Al Hamidy Rembang Pasuruan)
11. Ust. Ihsan Fadholi, S.(Pengasuh Majelis Taklim Baitul Muhsinin Gempol Pasuruan)
12. Kiyai Ahmad Sukirno (Pengasuh MT. Baitus Silmi Sukorejo Pasuruan)
13. KH. Sofyan (Pengasuh MT. As Salam Kraton Pasuruan)
14. Kyai Nurul Huda ( Pengasuh PP. Ad Dakwah Lumajang )
15. Ustadz Muis (Pimpinan MT. Al Hidayah) Lumajang
Serta masih banyak Ulama Aswaja se wilyah tapal kuda lainnya

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …