Seruan dari Majelis Cucu Pahlawan Islam Aceh Tengku Daud Beureueh, Tolak Komunisasi dan Kolonialisasi Komunis China

Bogor, (shautululama) – 23 Juni 2019, Penjajahan dalam segala bentuk yang dialami Negeri negeri kaum muslimin, termasuk penjajahan gaya baru Komunis Cina yang dikemas dalam One Belt One Road (OBOR) sebagai proyek ambisius kolonialisasi Cina, terus mendapatkan penolakan khususnya dari para ulama .

Kali ini diserukan para ulama dalam acara halal bihalal liqo syawal ulama aswaja kab. Bogor yang digelar pada, Ahad (23/6/2019). Di Majlis Pancaran Amal pimpinan ulama kharismatik, cucu pahlawan islam dari Bumi Serambi Mekkah Tengku Daud Beureueh yaitu Kyai AA Syamri

Diawali dengan penyampaian oleh Kyai Usman Kamaludin, Pengasuh Ponpes At Tajuriyyu Citeureup Bogor. Beliau mengupas problematika umat islam yang semakin terpuruk akibat tiadanya kepemimpinan unat islam. Beliau juga mengajak para ulama untuk melek politik islam dengan ikut “ngaji” bersama beliau dan para aktifis yg berjuang untuk menerapkan syariah secara kaffah dalam naungan khilafah rosyidah. Beliau mengupas dalil dalil kewajibannya dalam kitab kitab para ulama sekaligus membantah argumentasi kaum liberal yg menganggap khilafah1 tidak relevan dg situasi sekarang

Pertemuan semakin hangat saat Shohibul Fadhilah al Mukarram Kyai AA Syamri selaku shahibul bait, menyapa para hadirin dengan sebuah argumentasi yang mengejutkan. Bahwa satu satunya yang memiliki pengaruh besar dalam perubahan menuju kejayaan umat adalah pemikirannya.

Beliau mengutip Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani dalam Kitabnya “Nidzamul Islam” bahwa: “Bangkitnya manusia tergantung pada pemikirannya tentang hidup, alam semesta, dan manusia”.
“Agar manusia mampu bangkit harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini, untuk kemudian diganti dengan pemikiran lain yaitu pemikiran Islam. Sebab, pemikiranlah yang membentuk dan memperkuat mafahim (persepsi) terhadap segala sesuatu”,  urai beliau

Beliau juga membantah isue yg membenturkan Syekh Taqiyudin dengan Syaikh Hassan al-Banna. Sebab menurut beliau. Justru pemikiran mereka berada dalam satu tujuan.
Di dalam “Bayna al-ams wa al-yawm” misalnya mengatakan bahwa diantara faktor kemenangan Islam adalah kita mengajak dengan fikrah Islam, suatu fikrah yang paling kuat. Serangan pemikiran barat melalui pendidikan adalah salah satu pintu masuk kehancuran umat Islam

Dalam kesempatan yang sama, testimonial ulama disampaikan oleh KH. Ujang Tajudin, Pimpinan Majlis Miftahul Falah, yang melihat keteguhan para aktifis pejuang syariah dan khilafah. Beliau menyampaikan apresiasinya dan menyerukan kaum muslimin untuk berjuang bersama

Pertemuan yang dihadiri oleh kiyai dan assatidz diantaranya: KH. Abduh Wadudi Idham Khalid. M.A (Ponpes Ma’ripatullah Babakan Dayeuh, Desa Dayeuh, Cileungsi), Kyai Yazid Busthomi (Ponpes Pasir Pari Sinarjaya, Sukamakmur), Kyai Ijum Koswara (Ponpes Syamsu Dhuha Karang Tengah), serta para assatidz sekitar kec. Sukaraja, kec. Babakan Madang, kec. Citeureup, kec. Gunung Putri, kec. Cileungsi dan kec. Sukamakmur.

Acara halal bi halal ini berlangsung dengan nyaman, guyub, penuh rasa kekeluargaan dan diakhiri dengan doa dan saling bersalam-salaman layaknya acara halal bi halal di negeri kita.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *