Semarak Maulid Nabi SAW di Pangkalan Baru, Bangka Tengah: Cinta Nabi, Terapkan Syariah

Bangka, (shautululama) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ tahun 1441 H yang dilaksanakan pada tanggal 15 November 2019 di salah satu Masjid di Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah berlangsungnya semarak dan khidmat.

Acara yang diawali dengan sholat Isya’ berjamaah ini menghadirkan dua orang penceramah, yang merupakan kolaborasi antara da’i muda dari Balun Ijuk ust. Fakhrun Uce dengan da’i senior dari Bangka Tengah Ust. Ahmad Najib

Setelah sholat Isya’ pengurus Masjid melalui pengeras suara mulai memanggil para jamaah untuk hadir, sesaat kemudian para jamaah di sekitar Masjid khususnya dan masyarakat Pangkalanbaru umumnya mulai berdatangan memenuhi teras Masjid yang cukup luas.

Tampak pula puluhan ibu-ibu juga turut hadir. Jamaah yang hadir ternyata tidak hanya berasal dari Pangkalabaru, namun ada juga yang berasal dari Kota Pangkalpinang. Diperkirakan ratusan jamaah hadir mengikuti kegiatan ini.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ tahun 1441 H ini mengambil tema ‘Cinta Nabi Cinta Syariah’. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an yang dilantunkan dengan syahdu oleh Qori cilik dan dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari Tokoh Masyarakat dan sambutan dari Ketua Masjid.

Memasuki acara inti menampilkan Ust. Ahmad Najib, dengan suara yang tenang dan berwibawa beliau mengawali ceramahnya dengan mengutip Al Qur’an surah Ali Imron ayat 110:

_“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”_.

Beliau menyampaikan bahwa dalam rentang waktu puluhan abad umat Islam adalah umat yang terbaik karena mereka menerapkan Islam secara kaffah dalam semua aspek kehidupan. Namun saat ini umat Islam di Indonesia dan di beberapa negara yang lain mengalami keterpurukan di segala sektor kehidupan karena meninggalkan Al Qur’an & Hadits Rasulullah SAW dengan menerapkan hukum selainnya.

Oleh karena itu, dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ tahun 1441 H ini beliau mengajak seluruh jamaah yang hadir jika kita benar-benar mencintai Nabi maka kita harus selalu terikat dengan syariat Islam yang dibawa oleh Baginda Nabi SAW.

Selanjutnya, Penceramah kedua, yaitu Ust. Fakhrun Uce, diawali dengan memperkenalkan diri kepada jamaah, dan ternyata ustadz muda ini orang tuanya berasal dari Pangkalanbaru, mereka menitipkan salam untuk masyarakat sekitar, dan salam ini disambut antusias oleh jamaah.

Selanjutnya da’i muda yang akrab disapa dengan ustadz Uce yang memiliki suara yang menggelegar ini menyampaikan pertanyaan retorika, sudah layakkah kita menjadi umat Nabi Muhammad ﷺ ? karena faktanya saat ini umat semakin jauh dari tuntunan yang dibawa oleh Baginda Rasululah ﷺ yaitu Al Qur’an dan sunnah.

Beliau berharap melalui momentum Maulid ini kita dapat mengikuti dan mempedomani apa yang beliau bawa untuk diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.

Kemudian Ust. Fakhrun menyampaikan bahwa kita adalah umat akhir zaman yang dirindukan oleh Baginda Rasulullah ﷺ, umat yang tetap mengikuti Nabi meskipun tidak bersamanya lagi.

Oleh karena itu sudah sepantasnya kita juga merindukan baginda Nabi ﷺ. Kemudian untuk mengekspresikan kerinduan jamaah pada baginda Nabi ﷺ. Ust. Fakhrun bersama-sama mengajak semua jamaah untuk melantunkan Shalawat Badar.

Suasana berubah syahdu dan mengharu-biru bersama lantunan Shalawat Badar seluruh jamaah.

Di akhir ceramahnya beliau mengajak semua jamaah untuk mencintai syariat yang dibawa oleh Baginda Nabi ﷺ karena pada hakikatnya mencintai Baginda Nabi adalah dengan mencintai syariat yang dibawanya.

Terakhir beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tokoh Masyarakat, panitia, pengurus Masjid dan masyarakat atas terlaksana kegiatan ini.

Acara ini kemudian ditutup dengan makan bersama hidangan yang telah dibawa oleh para jamaah yang dikenal dengan istilah _nganggung_. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak momen tersebut. Beberapa jamaah mengharapkan agar nanti Ust. Fakhrun juga dapat mengisi kegiatan keagamaan yang lainnya di tempat mereka.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *