Saung Ma’rifat Serukan Penegakan Syariat Islam

Bogor, (shautululama) – Dalam pengajian rutin mingguan Saung Ma’rifat Pimpinan Ki Sarmili, Jumat 12/4/2019 mengundang pembicara dari salah satu tokoh Parung, KH Haris Iskandar. Majlis yang berupa saung itu sudah tidak asing lagi bagi para jama’ah di sekitaran Parung.

Alhamdulillah jamaah yang hadir memenuhi tempat yang tersedia. Selaku Pimpinan Saung Ma’rifat, Ki Sarmili membuka acara dengan kajian kitab kuning yang rutin setiap malam Sabtu. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada jama’ah yang setia hadir di saungnya.

“Terimakasih dan mari sama-sama kita doakan bersama dakwah yang disampaiakan almukarom KH Haris agar tetap istiqomah dalam perjuangan penegakan syariah dan khilafah”, ungkap beliau.

Hadir pula dalam kesempatan itu Kyai Salman, Pimpinan Majelis Darus Sa’adah, sebagai bentuk takdimnya kepada Ki Sarmili.

KH Haris Iskandar dalam kesempatan itu menyampaikan tausyiah siyasyah syariyahnya, dengan menyampaikan suatu ungkapan dari Syekh Ibnu ‘Athoilah Al-Iskandariy yaitu ajhalunnas man taroka yakiina ma ‘indahu li dzhoni ma ‘indannaas (sebodoh-bodohnya manusia yaitu orang yang meninggalkan keyakinannya karena mengikuti kebanyakan manusia).

Beliau mengkritisi sikap umat yang mudah sekali tergelincir akidah dan keyakinanya hanya karena cobaan dunia, dan mengikuti kebanyakan orang yang tergambar dalam pemahaman penerapan demokrasi.

“Sebagai muslim kita harus memiliki agenda tersendiri dengan keyakinan yang kita miliki, jangan mudah terpengaruh oleh godaan dunia dan mengikuti kebanyakan manusia”, terang beliau.

Beliau juga menyampaikan hadits Rasul SAW, yang mengatakan,  “Islam yang awalnya asing dan akan kembali asing, dan beruntunglah orang-orang asing, yaitu orang-orang yang senantiasa melakukan perbaikan ketika menyaksikan rusaknya kebanyakan masyarakat”.

“Masyarakat ini jelas sedang rusak di segala bidang, baik ekonomi, sosial, pergaulan, hukum juga pemerintahan”, tegas beliau

Terbukti pemerintah saat ini tidak mampu menyelesaikan berbagai macam problem, dan umat semakin terpuruk dan semakin jauh dari ajaran Islam. Ajaran Islam yang sempurna pernah terbukti menyelesaikan problematika umat manusia hingga menuju kejayaannya hingga berabad lamanya.

Dialah pemerintahan Khilafah yang merupakan ajaran islam dan berperan sebagai mercusuar peradaban Islam.

Khilafah merupakan syariat Islam yang digali dari Al Qur’an dan Sunnah Rasul SAW, yang juga banyak termaktub dalam kitab-kitab ulama muktabar.

Namun sayang, pemahaman ulama muktabar tentang Khilafah ini justru masih dipandang asing bahkan aneh, tentu bagi para munafikun pengikut paham sekuler kapitalis. Bahkan para pembenci syariat Islam pun berusaha untuk menghalangi dan mengaburkan makna khilafah dan menghalangi para pejuangnya dengan membenturkan khilafah dengan Pancasila atau juga menakuti-nakuti jika khilafah tegak akan banyak perang saudara.

Padahal khiIafah adalah ajaran Islam dan syariat Islam yang wajib diterapkan secara kaffah, bukan hanya dipelajari dan menjadi informasi saja, sehingga para ulama salaf pun mewajibkan adanya khilafah. Oleh karenanya, bagi para jamaah dan khusunya para alim ulama mari turut serta dalam perjuangan syariat Islam dan khilafah. Karena ini merupakan mahkotanya kewajiban dimana hingga saat ini syariat belum bisa ditegakkan. Semoga kita termasuk orang-orang asing (ghurobaa), dan tidak menjadi ajhalunnas. (red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Pernyataan Sikap Multaqa Ulama Bandung, Tolak Permendibudristek No. 30 Tahun 2021, Ganti Dengan Aturan Islam

Bandung, (shautululama) – Multaqo Ulama Aswaja Bandung, Sabtu, 27 november 2021 diselenggarakan secara daring via zoom …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *