Saung Ma’rifat, Menolak Jebakan OBOR China

Bogor, (shautululama) – Majlis Saung Ma’rifat [MSM] mengadakan penutupan sementara _(tawaqufan)_ pengajian mingguan menjelang bulan suci Ramadhan, Jum’at 26/4/2019.

Pengajian yang rutin setiap pekannya diasuh oleh Ki Sarmili Yahya, pada kesempatan jum’at malam pekan akhir april ini dihadiri oleh beberapa ulama, asatidz dan para muhibbin Majlis Saung Ma’rifat. Hadir diantaranya Ki Sarmili Yahya (Pimpinan Majlis Saung Ma’rifat), Ustadz Ir. Syukriyanto, MA, (Dosen UMJ Ciputat), Ustadz Dr. Ahmad Sastra (Forum Doktor Islam Indonesia), Ustadz Salman (Pimpinan Majlis Darussa’adah) dan para asatidz kecamatan Parung, Ciseeng dan sekitarnya.

Dalam kesempatan penyampaian materi kitab turats _ta’lim al-mut’allim_ , Ki Sarmili (panggilan akrab Ki Sarmili Yahya) menyampaikan tema terkait pentingnya menghormati dan memulyakan _(ta’dzim [an] wa takrim [an] )_ Ilmu dan ahli ilmu. _

” …Maka penting bagi seorang penuntut ilmu memulyakan ilmu dan ahli ilmu, agar mendapatkan keberkahan dan ilmu yang bermanfaat “_ tegas Ki Sarmili. Beliau pun menyampaikan permohonan maafnya kepada para jama’ah bila ada kehilafan dan kekurangan dalam sikap dan mengasuh pengajian pekanan.

Sementara Ustadz Syukri menyampaikan tausiyah akan pentingnya kesadaran umat terkait bahaya proyek OBOR _(One Belt One Road)_ atau BRI _(Belt and Road Initiative)_ yang digagas oleh pemerintah China. Proyek sabuk perdagangan OBOR di tanah air sejatinya merupakan penjajahan China terhadap Indonesia di bidang kerjasama ekonomi.

Mega proyek OBOR tidak lain adalah bagian dari upaya kaum kafir menguasai umat Islam. Padahal Allah SWT tidak memberi jalan bagi orang kafir menguasai kaum mukminin. Terkait hal itu beliau mengutip beberapa firman Allah, Diantaranya :

_“…Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang – orang – orang beriman.”_ (Q.S Annisa [4] : 141)

_” Ayat ini menegaskan haram bagi umat Islam memberikan tempat, keluasaan dan memberikan jalan kepada orang kafir untuk menguasai umat Islam “_ papar Ustadz Syukri. Bahkan Allah memerintahkan dalam firman-nya :
_
” Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggetarkan musuh Allah…”_(Q.S. Al-Anfal [8] : 60)

Problemnya saat ini siapa yang mampu mempersiapkan kekuatan itu dengan kekuatan yang maksimal hingga menggetarkan musuh Allah ? Fakta saat ini umat Islam tidak memiliki pemimpin, sehingga lemah tak berdaya, ketiadaan pemimpin umat menjadikan mereka mudah dikuasai dan dijajah oleh negara kafir imperialis. Maka umat membutuhkan Khalifah yang akan menjadikan umat kuat di mata Internasional.

Dengan OBOR mereka sejatinya ingin membuat jalur sutra ekonomi internasional beberapa negara yang mega proyek itu dikuasai oleh China, yang tidak lain adalah jebakan penjajahan. Maka proyek ini harus ditolak dan dihentikan.

_” ….Oleh karena itu proyek OBOR ini harus ditolak dan dihentikan, karena ini adalah penjajahan China terhadap Indonesia, dan kita harus bersungguh – sungguh berjuang untuk tegaknya syariah dan Khilafah, sistem yang akan melindungi umat “_ Ust. Syukri menegaskan.

Senada dengan Ustadz Syukri, Ustadz Dr. Ahmad Sastra menegaskan penolakannya terhadap proyek OBOR.

Terkait proyek ini beliau menilai bahwa OBOR adalah sebuah perpanjangan atau pengembangan dari penjajahan China yang sudah berlangsung sebelumnya. _
” China itu ekonominya kapitalis terkenal melakukan penjajahan ekonomi di beberapa negara, bagi Indonesia tentunya sangat merugikan khususnya kaum muslim “._ Papar Ust. Ahmad.

Ironisnya, masyarakat banyak yang tidak tahu tentang kondisi ini, bahwa kita sebagai masyarakat bukan hanya dijajah secara ekonomi tetapi dikuasai secara geografis. Fakta yang tak terbantahkan bahwa tanah-tanah di Indonesia saat ini banyak dikuasai oleh orang – orang China. Situasi ini sangat berbahaya tentunya dan harus dihentikan. Sayangnya kebanyakan masyarakat hanya berfikir mikro, masyarakat harus dipahamkan pada kesadaran politis sehingga tergerak untuk menolak penjajahan China ala proyek OBOR tersebut.

Jadi memang ada dua hal penting dari proyek OBOR ini, pertama OBOR ini adalah sebuah bentuk penjajahan, kedua lemahnya kesadaran masyarakat Indonesia khususnya kaum muslimin dimana pemerintahannya adalah produk demokrasi yang menghasilkan penguasa-penguasa boneka.

Beliau pun menyampaikan akan peran penting dan tugas mulia intelektual muslim.

_“Setidaknya ada beberapa tugas intelektual muslim dan umat Islam umumnya, diantaranya; pertama, kaum intelektual bukan hanya bicara intelektual tetapi harus bicara ideologi, sebab ideologi harus diserang dengan ideologi. Kedua, melakukan pemboikotan dengan cara membongkar kebusukan-kebusukan rezim dan sistem kapitalismenya. Dengan hal ini umat akan tercerahkan kesadaran politiknya dan melakukan kebangkitan, maka jika umat bangkit bergerak, kapitalisme akan runtuh.”_ tegas Ust. Ahmad (Kepala Divisi Riset FDII yang juga berprofesi sebagai dosen Pasca Sarjana UIKA Bogor)

Acara _tawaquf_ pengajian saung Ma’rifat ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan musafahah para ‘ alim ulama, asatidz dan muhibbin. [A.Zyd]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *