Saatnya Tinggalkan Sekularisme-Demokrasi, Sistem Penghasil Penghina Nabi saw

Cianjur, Jabar (Shautululama)—Respon umat Islam di Indonesia yang diwakili Ulama dan Tokoh menolak demokrasi. Hal ini karena demokrasi pabrik penghasil penghina nabi. Alhasil Multaqa Ulama Aswaja Sukabumi Cinajur mengangkat tema “Tolak Demokrasi Penghasil Penghinaan Nabi Muhammad SAW”, Sabtu (31/10/2020).

Agenda penting yang dihadiri para Ulama mukhlisin dari Cianjur dan Sukabumi dalam ruang virtual zoom. Ratusan peserta menonton di chanel Youtube MBU TV. Ustad Akbar Abdul Wahab salah satu Pengasuh Majlis Baitul Ummah, membuka acara. Beliau kemudian untuk menambah khidmatnya acara ini diawali dengan pembacaan kalam ilahi yang dilantunkan oleh Ustad Yeyep Ali Thahir,S.Pd.I pembimbing RCQ Baitunnahawand Cipanas.

Kalimatut Taqdim oleh Pimpinan Majlis Baitul Ummah Cianjur Kyai Mumuh Muhammad Musa, cucu Syaikh Abdullah bin Nuh ulama kharismatik Nusantara yang karya-karyanya menjadi rujukan pesantren-pesantren. Beliau menyambut hangat kehadiran para ulama di Multaqo ini.

“Di saat kita memuliakan Nabi Muhammad saw, Macron beserta para pemimpin negara kufur lain terang-terangan membela penghinaan terhadap Nabi kita yang mulia atas nama kebebasan berekspresi,” ungkapnya.

Tambahnya lagi, “Ketiadaan khilafah membuat kita tak berdaya menghentikannya kecuali berteriak, mengecam dan memboikot. Mereka malah semakin menegaskan sekularisme dan demokrasi untuk membela kebebasan berekspresi.”

Anehnya, umat Islam dicegah menampakkan simbol-simbol Islam di ruang publik. Memang aneh, tapi tidak boleh terjebak mempertanyakan ironi ini. Sesatnya sekularisme dan demokrasi yang mempertuhankan manusia dan menjauhkan umat dari dienul Islam yang hak.

“Iitulah sumber masalahnya sehingga harus ditinggalkan. Jika tidak, keduanya hanya akan menindas umat atas nama instrumen hukum, seperti Omnibus Law di negeri ini!”tandasnya

Multaqa Ulama Aswaja berlangsung lancar. Peserta menyaksikan acara dengan antusias. Inilah jawaban ulama atas permasalahan yang mendera umat Islam.[hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …