Saatnya Menyambut Kemenangan Islam

Kasepuhan, (shautululama) – Pewaris para nabi tidak akan tinggal diam ketika kemungkaran nampak di depan mata mereka. Kegagalan ideologi kapitalisme dan komunisme dalam menangani pandemi Covid 19, serta pembahasan RUU HIP yang ditengarai tersusupi ideologi komunis, menjadikan para Ulama Aswaja Kasepuhan Jawa Timur mengambil sikap. Mereka menyelenggarakan multaqa ulama via daring zoom dengan topik, “Menatap Masa Depan, Tinggalkan Kapitalisme-Demokrasi-Komunisme Menuju Islam”. Acara dilaksanakan pada hari Jum’at, 04 Dzulqo’dah 1441 H, bertepatan dengan 26 Juni 2020. Diikuti oleh Ulama Aswaja dari Jombang, Kediri, Mojokerto dan Nganjuk.

Acara yang dibuka tepat pukul 20.00 ini, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh shohibul fadhilah al mukarom Ustadz Kholili. Dilanjutkan dengan sambutan shohibul hajah oleh shohibul fadhilah al mukarom Kyai Ahmad Fathoni. Beliau menyampaikan, kebangkitan dan kemenangan Islam adalah niscaya. Ibaratnya, musuh-musuh Islam bisa saja merusak bunga. Tetapi, tidak akan pernah mampu mencegah datangnya musim semi. Dan ini harus mendapat dukungan dari semua elemen untuk memperjuangkannya, wa bil-khusus para ulama.

Shohibul fadhilah al mukarom KH. Suhardi Anwar dari FKU Aswaja Mojokerto, dalam sesi qaul minal ulama menyampaikan, adalah sebuah keharusan bagi seluruh kaum muslimin untuk masuk ke dalam Islam secara kaffah. Mengambilnya dalam semua urusan, termasuk dalam politik untuk mengatur negara.

Sementara itu, shohibul fadhilah al mukarom Kyai Muzammil dari Kediri menyampaikan, ulama adalah pewaris para nabi. Pengasuh Majelis Tabayyun Kediri ini menekankan, ulama tidak akan berpangku tangan ketika di depannya ada kemungkaran.

Masih di sesi qoul minal ulama, shohibul fadhilah Al mukarom Abah Kyai Bajuri dari FKU Aswaja Jombang menyatakan, penjajahan gaya baru hari ini telah terjadi. Untuk keluar dari itu semua, kaum muslimin harus kembali kepada Islam, dan meninggalkan kapitalisme-demokrasi dan komunisme.

Setelah shohibul fadhilah al mukarom Gus Nuh dari Nganjuk memaparkan carut marut pengelolaan negeri ini dan bahaya RUU HIP, shohibul fadhilah al mukarom Kyai Muh. Taufik menyerukan kepada seluruh peserta multaqa untuk tidak takut menyampaikan ajaran khilafah. Pengasuh Majelis Kopi Ma’rifat ini menandaskan, khilafah adalah ajaran ahlussunah wal jama’ah yang tidak perlu ditakuti.

Sebelum dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap oleh ulama Wilayah Kasepuhan Jawa Timur, shohibul fadhilah al mukarom Kyai Joko Santoso, Pengasuh PP Al Mukhlisin Mojokerto memberikan pesan penting. Beliau menghimbau kepada seluruh peserta multaqa dan juga kepada seluruh kaum muslimin, agar tidak ragu dalam mendukung dakwah penegakan syariah dan khilafah.

Kegiatan berakhir pukul 21.45 dan ditutup dengan doa oleh shohibul fadhilah al mukarom Kyai Suhaeri, S.Th.I Al hafidz dari Nganjuk. (SU)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …