Ribuan Umat Islam Banjiri Kawasan Grahadi hingga Balai Pemuda Surabaya, Dalam Aksi Damai Bela Nabi Saw.

Surabaya, (shautululama) – Kawasan Grahadi hingga Balai Pemuda Surabaya penuh dengan lautan manusia seusai shalat Jumat, 6/11/2020. Pria dan wanita berbaris rapi sepanjang jalan Gubernur Suryo sambil mengibarkan bendera al liwa dan ar raya serta membentangkan spanduk yang berisi kecaman terhadap Presiden Prancis yang telah merestui penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw, dengan dalih kebebasan berekspresi.

Aksi Damai Bela Nabi Saw ini diikuti ribuan umat Islam dari kawasan Surabaya dan sekitarnya yang berasal dari gabungan lebih dari 20 ormas Islam seperti FKU Aswaja, FUIB, PKAD, FPI, MTR, DDII, Muhammadiyah, Gaman , Gema Pembebasan, Jamaah Ansharus Syari’ah, dll.

Aksi diisi orasi dari perwakilan masing-masing ormas diantaranya Kyai Ibnu Ali, FKU Aswaja Jatim, mengatakan meski situasi pandemi belum berakhir tetapi tidak boleh menghalangi upaya pembelaan kepada Nabi Muhammad SAW, karena pengorbanan nabi yang tidak mungkin bisa dibandingkan dengan apapun.

Lebih lanjut, Kyai Ibnu Ali menyampaikan, “wujud cinta Nabi tak cukup hanya dengan bersholawat saja. Namun juga dengan sungguh-sungguh menjaga kehormatannya dari segala penistaan. Maka sewajarnya dan sewajibnya Umat Islam menunjukkan pembelaan saat Rasulullah dihinakan”, tandasnya.

Sementara itu, Ulama Madura KH. Thoha Cholili, Ponpes Al Munthaha Bangkalan, dalam orasinya mengingatkan adanya dalil bahwa tidak akan sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai Rasulullah Saw. lebih dari apapun. Termasuk cintanya kepada ayah dan ibunya maupun keluarganya. Maka sudah seharusnya Umat Islam marah saat Rasulnya dinista, tegas Kyai Cholili.

Tidak ketinggalan utusan dari Muhammadiyah Ustad Ibrahim menyampaikan orasinya, bahwa saat ini Umat Islam dihinggapi penyakit hubbud dunya sehingga lalai ketika ada penghinaan kehormatan agama Islam dan Nabi saw dan mereka justru bersahabat dengan oknum atau negara yang nyata-nyata melecehkan Islam. Oleh karenanya, beliau menyeru untuk memboikot produk Prancis dan beralih kepada produk Umat Islam sendiri sebagai upaya memberi sanksi kepada Prancis.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …