Refleksi Akhir Tahun 2018 Cangkrukan Pondok Bambu KH. Abdul Qoyum: “Dunia Butuh Khilafah”

Kota Malang, (shautululama) – “Dunia Islam butuh Khilafah, bahkan kalau perlu, kata Islamnya dihapus, sehingga menjadi Dunia butuh Khilafah”, ungkap Ust. Muhammad Toufur, Pemateri dalam acara bertajuk “Refleksi Akhir Tahun 2018 & Nonton Bareng Film Dokumenter 212”, Sabtu malam (29/12).

Acara yang digelar di Pondok Bambu Cangkrukan, Sumberjo, asuhan KH. Abdul Qoyum itu dibuka langsung oleh beliau, KH. Abdul Qoyum.
Hadir puluhan peserta untuk kembali mengokohkan arah perjuangan pasca agenda fenomenal reuni 212 lalu di Monumen Nasional (Monas), 2 Desember lalu di Jakarta.

Melalui materi yang ditampilkan pada LCD, yang di sebelahnya terpampang bendera Ar Rayah, agenda refleksi membahas kondisi selama setahun belakangan.
Ustad Toufur menyitir Tom Power (The New Mandala) menyatakan bahwa, pada 2018 Jokowi semakin bertindak otoriter. Selain itu rezim di masa ini dinilai Toufur begitu banyak ingkar janji. Rezim juga dengan leluasanya menuding mereka yang menjalankan kritik, terutama dengan nafas Islam, sebagai pihak-pihak anti-kebhinekaan, paparnya

Membahas kondisi mancanegara, Ustad Toufur, menyinggung kondisi menyedihkan yang dihadapi di Palestina, Suriah, Rohingya, dan yang baru-baru ini mencuat kembali kasus Uighur. Lagi-lagi rezim menunjukkan sikap yang lebih mementingkan kepentingan RRC dalam kasus terakhir. Hal ini terungkap dari keterangan Wapres Jusuf Kalla, bahwa Indonesia tidak dapat mencampuri urusan RRC, di samping karena kerjasama ekonomi Indonesia-China, jelasnya.

Peserta juga nampak antusias di sesi tanya jawab, terlontar pertanyaan, bagaimana merespon mereka yang berargumentasi hanya dari media mainstream terkait pergerakan umat Islam.

Di akhir paparannya Ustad Toufur mengulas lebih jauh, bahwa sistem saat ini adalah sistem yang memberi peluang untuk terjadinya tindak kedzaliman. Umat yang semakin sadar membuat mereka yang memusuhi Islam dan umatnya takut. Jika umat Islam bersatu, mereka tidak lagi bisa berkuasa atas kekayaan umat.
“Tugas kita adalah menyampaikan kalimatul haq, kepada kyai iya, presiden iya, pak RT iya, lihat al-Qasas 56” , tegas Ustad Toufur.

Ustad Toufur kemudian mengisahkan pengalaman bagaimana menghadapi tuduhan-tuduhan kepada aktivis yang telah tumbuh semangat dan kesadarannya ketika berhadapan dengan mereka yang lebih unggul dari segi keilmuan alat dan fiqh ibadah.

Perlu untuk dilakukan penyadaran secara perlahan dan terus-menerus, begitu pula meningkatkan semangat untuk istiqomah terus belajar dan tumbuh, tanpa menghentikan aktivitas penyadaran kepada umat, pungksnya. [aRd/slm/hs]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Demi Menjaga dan Menyelamatkan Generasi Muda Bangsa Kita Dari Perilaku Amoral, Ulama Aswaja Surabaya Raya Bermultaqa

Surabaya, (shautululama) – Maraknya kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan melatarbelakangi lahirnya Permendikbud Nomor 30 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *