RAIH KEMULIAAN BESAR DENGAN MENEGAKKAN KHILAFAH, TABLIGH AKBAR ISRA’ MI’RAJ 1440 H. PASURUAN

Pasuruan, (shautululama) – Kegiatan tabligh akbar dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj nabi Muhammad Saw. tahun 1440 Hijriah. Mengambil tajuk “Meneladani Kepemimpinan Rasulullah Saw, yang dihadiri lebih dari 500 jamaah. (Ahad, 17 Maret 2019)

Para Ulama’ dan Tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut:
1. KH. Abdul Hamid Adlan (Pengasuh Ponpes Al Hamidy Kalisat Rembang Pasuruan)
2. Gus Rohibni Bashri (Pengasuh Madin Nurul Masud Rembang Pasuruan)
3. KH. Muwafiq Makmun (Tokoh Kab. Pasuruan)
4. Kiyai Ahmad Sukirno (Pengasuh MT. Baitus Silmi Sukorejo Pasuruan)
4. KH. Sofyan (Pengasuh MT. As Salam Kraton Pasuruan)
5. Ust. Romli Abul Wafa (Pengasuh Majelis Taklim Nafsiyah Islamiyah Rejoso Pasuruan) ,
6. Ust. Zainulloh, S. Pd. I (Pengasuh Majelis Taklim Baitul Muslimin Rembang Pasuruan)
7. Ust. Syamsudin, S. Pd. (Pengasuh MT. Bustanul Amilin Bangil Pasuruan)
8. Gus Huda Adlany, S. Ag (Pengasuh Majelis Taklim Al Hamidy Kalisat Rembang Pasuruan)
9.Ust. Ihsan Fadholi, S. Pd. I (Pengasuh Majelis Taklim Baitul Muhsinin Gempol Pasuruan)
10. Gus Fauzan Bashri (Pengasuh Majelus Ta’lim Bani Salim orobulu Rembang Pasuruan)
11. Ust. Muhammad Bajuri, S. Pd. I (Pengasuh MT. Darun Nafais Rembang Pasuruan)
Dan masih banyak para ustadz dan tokoh masyarakat lainnya.

Sebelum kegiatan dimulai, dilaksanakan terlebih dahulu pembacaan istighosah bersama yang dipimpin oleh Gus H. Fauzan Bashri. Kemudian dilanjutkan shalat ghaib atau jenazah teruntuk para syuhada dalam tragedi teror di Selandia Baru.

Gus Rohibni selaku Shohibul bait menyampaikan penghormatan dan terima kasih pada para kyai, ustadz, tokoh umat, dan semua hadirin yang menyukseskan kegiatan tabligh akbar. “Patut kulo lan panjenengan bersyukur kerana diparingi nikmat Islam dan iman. Semua nikmat tadi dimiliki oleh semua umat Islam, namun nikmat dakwah menegakkan khilafah ala minhajin nubuwah khusus bagi para pendakwahnya.”, ungkap Gus Rohibni di hadapan para jamaah.

Gus Rohibni pun menegaskan pentingnya khilafah bagi kaum muslimin. “Dakwah khilafah sampai mati menjemput. Khilafah harga mati, khilafah odik mateh, khilafah odik mateh.”, seru Gus Rohibni yang disambut bersautan dengan para jamaah.

Dengan adanya khilafah maka hukum-hukum Islam dapat diterapkan secara sempurna. Tutur beliau.

Orasi Pembuka disampaikan oleh Ust. Zainulloh, S. Pd,I. Beliau membahas tentang nasib kaum muslimin tanpa seorang kholifah, dan tanpa institusi Khilafah Islamiyyah.

“Kita ada di bulan Rajab, bulan haram, bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Para pelaku kemaksiatan akan diganjar lebih besar. Dan amalan sholih pun akan dilipatgandakan di sisi Allah. Banyak peristiwa besar dalam bulan Rajab, yang pertama adalah Isra’ Mi’raj. Nabi Muhammad Saw.. diperjalanankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian menuju Sidratul Muntaha.

“Menurut prof Rawwas Qol’ahji mengatakan bahwa dengan adanya Israk Mi’raj menegaskan peralihan kepemimpinan kepada Baginda Rasulullah, yang sebelumnya kepemimpinan itu ada pada Bani Israil. Sejak datang kaum Anshar yang berbaiat pada Rasulullah. Umat Islam memimpin manusia dengan menerapkan syariat Islam secara kaffah. Tidak seperti sebelumnya di Makkah yang dikuasai para kaum kafir musyrikin.

“Sepeninggal Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, estafet kepemimpinan beralih pada kholifah pertama yakni Abu Bakar Asshiddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, hingga Bani Umayyah, Abbasiyah dan Turki Usmani. Kemudian khilafah diruntuhkan oleh Mustafa Kamal yang dibantu Inggris dan sekutunya. Menyebabkan kaum muslimin tidak memiliki pemimpin, Khalifah yang menyatukan dan melindungi mereka.

Yang terakhir adalah pembantaian di Selandia Baru. Alasannya hanya karena mereka muslim. Oleh karena itu kita mengadakan tabligh Akbar untuk mengingatkan kaum muslimin pada khilafah. Semoga semua perjuangan ini mendapatkan ridho dari Allah SWT, dan timbangan kebaikan yang berat di sisi-Nya”.

Orasi Tokoh disampaikan oleh Ust. Muhammad Bajuri, S. Pd. I. yang mengulas akan urgensi dan hikmah pada umat Islam yang memperjuangkan agamanya. “Rasulullah telah memberikan contoh bagaimana menempuh kehidupan agar memperoleh kebahagiaan dunia sampai akhirat kelak.

Ketidakadaan khilafah memberikan kita peluang untuk menegakkannya, mendapatkan balasan kebaikan yang besar.”, ust. Muhammad Bajuri menyemangati para hadirin.

Orasi Tokoh berikutnya disampaikan oleh : Ustadz Ikhsan Fadholi, S. Pd. I, pada orasinya mengungkapkan, “Jamaah rahimakumullah kita berada di bulan haram, Rajab yang mulia ini. Di sini para ulama menjelaskan adanya penekanan larangan itu menunjukkan adanya kelebihan dan keistimewaan padanya. Sehingga di bulan Rajab, kemaksiatan akan dibalas dengan dosa yang besar, sebagaimana juga kebaikan yang dilipatgandakan.” jelas ustadz Ikhsan Fadholi.

“Perubahan yang kita ambil bukan dari selain Islam. Yang kita gunakan adalah konsep dari Rasulullah, konsep yang otentik dari uswatun khasanah. Konsep yang terbaik, bukan perubahan ala sosialisme dan demokrasi kapitalisme. Praktek tambal sulam pada demokrasi, di sini kurang ditambal, di sana bobrok lalu ditambal juga. Begitulah wajah asli demokrasi. Berbeda dengan khilafah yang merupakan tuntunan dari Rasulullah yang sempurna.”, tegas Ustadz Ikhsan Fadholi.

Kalimatun minal Ulama disampaikan oleh Gus Fauzan Bashri yang menyampaikan kewajiban atas kaum muslimin untuk senantiasa mengikuti dan meneladani Rasulullah Saw. Dan para khulafaur rasyidun termasuk dalam hal kepemimpinan ummat islam.

Ustadz Syamsuddin Alwahidah, S. Pd. memberikan ceramah di orasi penutup. Beliau yang masih dalam sakit masih bersedia hadir dalam tabligh akbar. “Alhamdulillah.. Allah masih menyisakan kita untuk berjuang terus. Kejadian terakhir di Selandia Baru dengan korban 50 jiwa. Ini tidak akan terjadi bila ada khilafah, dibuktikan dengan Muktashim Billah.”, kata Ustadz Syamsuddin Alwahidah.

“Ternyata senjata yang digunakan itu ditulisi kemenangan orang-orang barat dalam perang salib. Sehingga ini membuktikan mereka orang barat merawat kebencian terhadap Islam.”, jelas Ustadz Syamsuddin Alwahidah.

“Perang Aus dan Khazraj yang bertahun-tahun menghabiskan banyak harta. Hingga mereka terjebak hutang, berbunga atau riba lagi pada kaum Yahudi. Jadi yang menang perang Aus dan Khazraj adalah Yahudi. Kemudian mereka pun mendatangi Rasulullah dan berbaiat pada beliau. Kemudian Allah memenangkan mereka dengan Islam, dan berhasil mengakhiri penguasaan orang-orang Yahudi di Madinah.”, lanjut Ustadz Syamsuddin Alwahidah dengan pembawaan yang tenang.

“Jadi sebenarnya tugas kita hanya mencontoh baginda Rasulullah dan para sahabat dalam mendirikan khilafah. Masalah lama dan tidaknya itu urusan Allah SWT. Tapi kita berharap-harap dapat meraih kemuliaan besar dengan tegaknya Khilafah melalui tangan-tangan kita selagi masih hidup.”, tutup Ustadz Syamsuddin Alwahidah dalam orasinya.

Kegiatan tabligh akbar ini juga diisi beberapa kegiatan lain, seperti Kreasi Liwa dan Rayah dari para santri Nurul Mas’ud, solidaritas untuk syuhada di Selandia Baru, dan Digital Movement dipandu oleh host Gus Huda Adlany, S. Ag.

Acara ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh KH. Sofyan.

About Shautul Ulama

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *