Proyek OBOR Komunis China, Jebakan Untuk Ambil Alih Kedaulatan Negara

0
1885

Gresik, (shautululama) – Umat Islam wajib Tolak Proyek OBOR (One Belt One Road) atau BRI (Belt Road Initiative). Pertama, madhorotnya lebih besar daripada maslahatnya. Kedua, strategi modern Kolonial atau jebakan untuk mengambil alih Kedaulatan negara. Terang Kyai Rodhi Masykur, M.Pd pada acara Multaqo Ulama Gresik.

Acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan para alim ulama terhadap negeri ini. Dalam acara tersebut hadir diantaranya Kyai Adam Cholil selaku pengasuh MT. Al Qolam, KH. Heru Ilyasa ulama muda Jawa Timur, terlihat pula KH. Muhajir dari MT. Wahdaniyah, Gresik, KH. Muhammad Najib pengasuh MTI, Kyai Rodhi Maskur, M.Pd, Kyai Abdul Aziz, dan KH. Iffin Masyrukan, M.Pd, Ust. Muhib Rusdi intelektual muslim beserta para tokoh masyarakat dan Mubaligh Gresik.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Diawali dengan pembukaan dan pembacaan kalam illahi oleh Ustad M. Sahari. Lalu dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah dari para alim ulama. KH. Heru Ilyasa sebagai pembicara pertama, kesempatan kedua adalah KH. Muhajir dari MT. Wahdaniyah, Gresik.

Tausiyah selanjutnya disampaikan Ust. Muhib, beliau mengkutip Tafsir surat An Nisa: 141 bahwa Allah SWT tidak akan memberikan jalan bagi orang kafir untuk menguasai / mengalahkan orang – orang Beriman. Selain itu, Allah SWT juga telah menjanjikan kepada orang yang beriman dan beramal sholih untuk berkuasa di muka bumi. Surat An Nur ayat 55.

Tetapi kondisi saat ini justru terbalik, orang – orang kafir yang menguasai umat Islam. Mereka menjarah, mengeksploitasi dan menikmati sebagian besar kekayaan sumber daya alam negeri ini. Hal ini tak lain, karena ada sebagian orang – orang munafik yang memberikan jalan kekuasaan bagi orang kafir dan menggadaikan keimanan mereka. Pungkas Ust Muhib Rusdi.

Selanjutnya giliran Kyai Rodli Maskur, M.Pd. menyampaikan Tausiyahnya. Beliau menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini menanggung hutang Rp. 5000 Trilyun lebih. Apabila Proyek OBOR dilanjutkan, Indonesia akan bernasib sama seperti 23 negara lainnya yang terjebak dalam lilitan belenggu hutang. Dan jika gagal bayar maka sebagai gantinya fasilitas beserta sumber daya alamnya diambil alih oleh China, seperti Maladewa, Sri Langka, Pakistan, Tajikistan dll.

Para alim ulama harusnya memahami kaidah fiqih tentang Maqashid al Syari’ah yakni jalbul mashalih wa daf’u al mafasid (meraih kebaikan dan menolak kerusakan). OBOR adalah bagian dari strategi kolonial baru yakni hutang yang dikemas dengan istilah investasi. OBOR sebenarnya untuk mempermudah jalur perdagangan China baik melalui jalur darat dan Laut. Karna Indonesia merupakan negara penyumbang energi terbesar bagi China. Di penghujung tausiyahnya Kyai Rodhi tegas menyatakan proyek OBOR membawa madhorot bagi bangsa dan negara. Oleh Karena itu kita wajib menolak proyek obor (one belt one road)

KH. Ahmad Najib yang mendapatkan kesempatan tausiyah terakhir berpesan bahwa Kaum Muslim jangan sampai melupakan sejarah. Sebagaimana dalam hadist menerangkan “masa-masa awal Agama mu adalah kenabian dan rahmat lalu dilanjutkan masa kekhilafahan (Khulafaur Rasyidin) lalu datang penguasa yang mengigit (Mulkan ‘Adhon), dan selanjutnya datang penguasa yang zalim, diktaktor, bengis, keji dan kejam (Mulkan jabariyatan), dan terakhir akan datang kembali kekhilafahan yang mengikuti metode kenabian (khilafah ala Minhaj Nubuwwah).

Di bulan yang penuh barokah kaum muslim di palestina, Uighur dan negeri – negeri lainnya menjadi sasaran keberingasan orang – orang kafir. Secara ekonomi para Kapitalis menguasai berbagai mega proyek, melalui Antek – antek mereka termasuk OBOR.

Kalau saat ini, kita melaksanakan Puasa karna Kewajiban, dan Puasa adalah perisai diri. Maka Mengangkat seorang Imam yang menjadi Periasi Umat Islam juga wajib hukumnya. Kita tidak bisa berharap lagi pada pemimpin saat ini. Kaum muslimin sudah punya puluhan Raja, Ratusan Presiden tapi tak satupun dari mereka bisa menjadi perisai Umat Islam. Bukan Sekulerisme dan kapitalisme yang dibutuhkan umat Islam, Tetapi Sistem Pemerintahan Islam yakni Kekhilafahan yang merupakan warisan baginda Rasul Muhammad SAW dan Para Khulafaur Rasyidin. Karena itu kita harus bersatu dan bersama – sama dalam satu barisan untuk mewujudkan kembali tegaknya Khilafah Ala Minhaj Nubuwwah sebagai solusi tuntas untuk menjawab kebutuhan umat Islam. Tegas KH. Najib menutup tausiyah beliau.

Acara diakhiri dengan doa Bersama yang dipimpin oleh Kyai Adam Cholil selaku pengasuh MT. Al Qolam. Lalu dilanjutkan dengan Foto bersama dan Buka bersama. Sekaligus mengeratkan dan menguatkan ukhuwah dan tali silaturrahmi. (ks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here