Prof. DR. Zainal Arifin: Pencabutan SK HTI Tidak Sesuai Dengan Hukum

Jakarta, (shautululama.com) – Keterangan Ahli Hukum Administrasi Tata Negara Prof. Dr. Zainal Arifin, yang dihadirkan HTI di persidangan PTUN hari ini, Kamis 15 Pebruari 2018, menegaskan pencabutan SK BHP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak sesuai dengan hukum dan administrasi negara.

“Dasar pencabutan itu berupa Perppu sudah salah, seharusnya pemerintah melewati proses sesuai hukum dan administrasi negara,” ujarnya saat memberikan keterangan di depan majelis hakim di PTUN Jakarta Timur tadi pagi.

Menurut Prof Zainal, suatu ormas yang masih mempunyai status badan hukum tidak bisa di cabut begitu saja. Namun harus melewati proses hukum termasuk pengadilan, seperti diberi peringatan, proses pengadilan, baru dibubarkan.

“Jika tidak melewati proses hukum tersebut, pemerintah di sini jelas salah, padahal Indonesia ini sangat menjunjung tinggi sebuah proses yang berdasarkan hukum dan kita tahu itu,” terangnya.

Di tempat yang sama, Jubir HTI, Ustad Ismail Yusanto menambahkan, sidang kali ini menyangkut obyek sengketa SK pencabutan.

Menurut Ustad Ismail, pemerintah tidak bisa memberikan bukti apapun secara hukum yang menjadi dasar pencabutan BHP HTI.

“Semua bukti yang diajukan pihak tergugat, terjadi sebelum perpu diterbitkan tanggal 10 Juli 2017, sementara itu SK HTI dicabut tanggal 19 Juli 2017, bukti–bukti ini tidak bisa diterima secara hukum,” ujar Juru Bicara HTI ini.

“Menurut saksi ahli di sidang PTUN tadi, SK pencabutan ini harus ditolak karena tidak melewati proses hukum seharusnya,” tegasnya.(hs)

 

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *