Prihatin Atas Musibah dan Bencana yang Mendera Negeri, Ulama Aswaja Kalsel Gelar Multaqo dan Serukan Khilafah

Banjarmasin, (shautululama) –  Kanal Youtube Ulama Gurunda TV, kembali mengalirkan langsung acara Multaqo Ulama Aswaja Kalimantan Selatan (Kalsel), yang kali ini mengangkat tema “Peran Strategis Ulama Cinta Negeri, Selamatkan Umat dari Bencana Melanda Negeri, Waspada Adu Domba Umat, Tolak Kezaliman, Terapkan Islam Kafah”, Sabtu (06/02/2021).

Seperti diketahui, awal tahun 2021, negeri ini diguncang bencana yang seperti tak kunjung reda, yang dinilai para ulama sebagai akibat atas ugal-ugalannya penerapan kapitalisme dalam mengeksploitasi alam, hingga membuat penderitaan dan kesengsaraan. Belum lagi ketidakmampuan pemerintah dalam menangani pandemi, ditambah korupsi di tubuh rezim yang semakin menjatuhkan harkat dan martabat wibawa penguasa.

Berbagai permasalahan inilah yang membuat para ulama terdorong untuk mengadakan Multaqo Ulama Aswaja Kalsel, semata-mata sebagai wujud cinta kepada negeri ini.

Multaqo ini dihadiri para ulama aswaja se Kalsel, dari pimpinan pondok pesantren dan pengasuh majelis taklim, yang dipandu oleh Ust. Fahmiliannor, dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh M. Faqih Mukaddam.

Secara bergantian, para ulama dan tokoh masyarakat menyampaikan pemaparan, nasihat, serta solusi terkait permasalahan yang timbul di tengah umat.

Dalam sambutannya, Guru K.H. Abdul Wahab Sya’roni, sebagai _shohibul hajah_, memaparkan, bahwa berbagai bencana alam yang datang silih berganti, sangat terkait dengan kebijakan dan penanganan yang ditempuh oleh pemerintah.

Ulama aswaja dari Hulu Sungai Selatan ini kemudian mencontohkannya dengan musibah banjir yang melanda beberapa daerah di Kalsel.

Menurut beliau, ada 4 faktor utama yang bisa mempengaruhi terjadinya banjir, yaitu curah hujan yang tinggi, air limpahan dari wilayah sekitar, resapan tanah dan tampungan air alam, serta air yang dapat dibuang (limpahan air keluar).

“Dari ke empat faktor ini, hanya curah hujan yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia, sedang faktor lainnya dapat dikendalikan oleh manusia, termasuk kebijakan yang dapat dikeluarkan oleh pemerintah. Jadi, tidaklah bijak jika kita hanya menyalahkan pada curah hujan saja,” urai Guru K.H. Abdul Wahab Sya’roni.

Di sinilah tegas beliau, peran penting ulama dalam mengawal dan terus memberi nasihat kepada pemerintah, agar dampak kerusakan ekologi karena keserakahan tangan manusia tidak terus berlangsung.

“Tentu semua ini memerlukan penjelasan dakwah Islam secara benar,” jelas Guru K.H. Abdul Wahab Sya’roni.

Beliau juga mengajak seluruh ulama, termasuk yang hadir pada multaqo ulama kali ini, agar terus mendakwahkan syariat Islam sebagai solusi berbagai masalah yang dihadapi, agar terwujud perubahan menuju kebaikan, sebagai bentuk kecintaan pada negeri dan tanggung jawab sebagai ulama.

“Perjuangan dakwah harus jelas, yakni untuk menerapkan syariat Islam secara kafah, dan itu adalah satu-satunya solusi yang dijanjikan Allah SWT kepada kita,” tutup beliau.

Berkaca dari Musibah

Dalam kesempatan berikutnya, Ust. Imam Abu Ashim dari Banjarmasin, mengingatkan semuanya, bahwa setiap bencana yang melanda negeri ini, bisa jadi merupakan buah dari akibat berpalingnya tatanan kehidupan umat dari hukum Allah.

“Jika kita berkaca dari berbagai musibah yang melanda negeri ini, baik yang tengah menimpa Banua kita maupun yang terjadi di berbagai daerah lain di negeri ini, bukan tidak mungkin adalah buah dari berpalingnya kita dan tatanan negara kita yang telah melenceng jauh dari hukum syariat Allah,” tegas beliau.

Ust. Imam juga menjelaskan dengan tegas dan rinci, bahwa pentingnya ulama menyadarkan umat tentang solusi dari semua permasalahan ini, yaitu dengan tegaknya hukum Allah di negeri tercinta ini.

“Maka perlu kita sadari, bahwa berbagai bencana, problem, dan permasalahan di tengah umat di negeri ini, ialah karena berpalingnya dari hukum syariatnya Allah. Sebagaimana perintah Allah: Masuklah kalian ke dalam Islam secara kafah. Yaitu menerapkan seluruh aturan Islam secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan sosial dan bernegara. Semua ini tidak akan terealisasi tanpa kesadaran umat akan pentingnya khilafah, sebagai sistem yang mengatur negara dan mengurus umat sesuai hukum-hukum Allah,” urai Ust. Imam.

Pentingnya Dakwah Islam Kafah

Ustad Ali Rahman, Ulama Aswaja dari Hulu Sungai Tengah, turut menyampaikan _kalimah minal_ ulama, motivasi, dan nasihat dalam menghadapi berbagai musibah yang melanda negeri ini.

“Berbagai musibah kerap datang melanda negeri ini silih berganti. Tak ada yang bisa kita lakukan kecuali bersabar menghadapinya. Karena tidaklah Allah memberikan suatu ujian kepada seorang hamba, sedang ia sabar menghadapinya, melainkan Allah angkat sebagian dosa-dosanya,” jelas Ust. Ali.

Beliau juga mengajak seluruh umat Islam, baik itu organisasi dan seluruh gerakan yang ada, untuk bersatu mempererat ukhuwah dan persatuan Islam, serta terus mengingatkan betapa pentingnya dakwah amar makruf nahi mungkar.

“Terus dakwahkanlah amar makruf nahi mungkar, agar umat ini sadar bagaimana visi misi Islam, yaitu untuk tegaknya hukum-hukum Allah secara kafah. Tidak ada cara lain selain menyatukan umat, agar terwujud Islam yang _rahmatan lil alamin_,’’ jelas beliau di akhir pemaparannya.

 

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …