Pra Peradilan Kyai Heru Elyasa, Hadirkan 5 Saksi dan 1 Ahli Hukum Pidana

Mojokerto, (shautululama) – Senin 8 April 2019, Permohonan pra peradilan yang diajukan oleh kuasa hukum Kyai Heru Elyasa akhirnya masuk tahap pembuktian. Senin (8/04) agenda dimulai dengan menggali informasi dari saksi yang dihadirkan oleh kedua belah pihak di Pengadilan Negeri, Mojokerto.

Pemohon menghadirkan 5 orang saksi dan 1 orang ahli. Saat dimintai keterangan saksi mengungkapkan bahwa melihat adanya 2 orang yang diduga dari pihak kepolisian, membuka sendiri pintu gerbang rumah Kyai Heru Ivan Wijaya (Kyai Heru Elyasa), tanpa izin pemilik rumah, memaksa masuk kedalam pekarangan rumah yang dikelilingi pagar.

Sementara itu, Dr Ani Purwati S.H, M.H, selaku saksi ahli menyebutkan prosedur dengan tidak memberikannya SPDP (Surat Panggilan Dimulainya Penyidikan) ini adalah unprosedural (tidak sesuai prosedur).

“Jika SPDP tidak diberikan, ini unprosedural. Dalam PERKAP tertuang prosedur penyerahan SPDP” ujar Ani, Dosen Hukum Pasca Sarjana Universitas Wijaya Putra.

Nur Rahmat, selaku kuasa hukum Kyai Heru Elyasa, mengungkapkan bahwa SPDP baru diberikan setelah pengajuan pra peradilan, ia menduga ini adalah upaya untuk membatalkan proses pra peradilan.

“Ya, kami menduga dengan dikirimkannya SPDP setelah kami mengajukan pra peradilan adalah upaya agar pra peradilan tidak dilanjutkan. Itupun tanggalnya dibuat tanggal 25 Maret, padahal SPDP non prosedural itu dikirim dan diterima klien tanggal 29 Maret” ungkapnya.

Tak hanya soal prosedur SPDP yang bermasalah, saat ditanya kuasa hukum Kyai Heru Elyasa,  saksi dari pihak Polres Mojokerto, Ary Andrianto, yang juga selaku penyidik Kyai Heru Elyasa Oktober 2018, mengaku tidak memberikan BAP (Berita Acara Penyelidikan) kepada Kyai Heru Elyasa.

“BAP tidak kami berikan” ujar Ari. Ditanya mengapa tidak diberikan, Ari beralasan karena tidak diminta. Kuasa Hukum Kyai Heru Elyasa, Rahmat mengonfirmasi bahwa saat itu sudah meminta BAP tapi tidak diberikan.

Dalam pra peradilan ini, dihadiri puluhan kyai, ulama, pimpinan ponpes dan umat islam. Kyai Heru Elyasa dilaporkan atas dugaan pelanggaran UU ITE karena status di laman facebooknya. Padahal, status itu adalah bagian dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar, menyeru sesama saudara muslim agar tidak mudah diadu domba dan dipecah belah.

Agenda sidang selanjutnya, penyerahan kesimpulan selasa (9/4) pukul 10.00 dan pembacaan putusan pengadilan, yang akan dilaksanakan pada hari kamis (11/4). (ak)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *