Pondok Pesantren Asy Syabaab Jogoroto Jombang Shalat Idul Adha Selasa, 21 Agustus 2018

Jombang (shautululama) – Pondok Pesantren Asy Syabaab Jogoroto Jombang mengadakan shalat Idul Adha pada hari Selasa, 21 Agustus 2018, mengikuti waktu wukuf jamaah haji di Mekah berdasarkan rukyah hilal Arab Saudi. Pelaksanaan shalat diikuti oleh sekitar 300 jamaah, yang bertindak sebagai imam shalat yaitu KH. Farid Ma’ruf dari PonPes Al Mimbar Sambong Jombang, yang bertindak sebagai khatib KH. Abdul Halim, mubaligh daerah setempat.

Dalam khutbahnya, KH. Abdul Halim menyampaikan bahwa ada pesan berharga yang harus kita renungkan dalam momen Idul Adha ini, yaitu pentingnya persatuan di dunia Islam. Tidak saling mencaci, tidak saling memukul, tidak mencurigai, tidak memfitnah, tidak merasa unggul atas dasar kebangsaan, sebab pada dasarnya kedudukan umat Islam di hadapan Allah swt. itu sama, satu-satunya pembeda ialah ketakwaannya.

Untuk mencapai persatuan tersebut, jalan terbaik yang bisa umat tempuh ialah berpegang teguh pada ajaran Islam secara utuh, tanpa pilih-pilih. Tidak utuhnya berislam dalam kehidupan membuat negeri kita selama ini selalu ada dalam kesengsaraan. Salah satu isu yang beliau angkat dalam khutbah ialah tingginya hutang negara yang mencapai 4000 triliyun. Hal ini dikarenakan transaksi keuangan yang pemerintah jalankan tersebut selama ini tidak menggunakan konsep ekonomi Islam, melainkan berdasarkan pada sistem ekonomi ribawi. Padahal, riba dalam Islam adalah sebuah dosa besar.

KH. Abdul Halim juga mengajak para jamaah untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim as dan sang putra, Nabi Ismail as, yang tak ragu sedikitpun menjalankan syariat Allah. Mudah-mudahan kita benar-benar bisa menjadi muslim yang lurus di atas jalan takwa. Menerapkan syariat Islam secara penuh dalam segala lini kehidupan.
Khutbah dipungkasi dengan doa dan para jamaah pun membubarkan diri dengan tertib. (mv/hs)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *