POLEMIK TENTANG KHILAFAH, PARA KYAI DAN ULAMA MOJOKERTO ANGKAT BICARA.

Mojokerto, (shautululama.com) Jumat, 8 Desember 2017, sekitar 30 kyai dan ulama Mojokerto berkumpul di PP. Ashomadiyah, Peterongan, Bangsal, Mojokerto.
Pertemuan ini dilatarbelakangi atas keprihatinan para Kyai terhadap opini massif tentang kriminalisasi ulama yang berlanjut pada kriminalisasi ormas Islam. Dan saat ini berkembang kriminalisasi terhadap ajaran Islam, yaitu “khilafah”.

Kyai Mashudi selaku shohibul bait menyatakan: “Khilafah tak bisa dipisahkan dengan umat Islam. Khilafah ibarat madu dan manisnya madu. Sebagai cucu murid KH. Hasyim Asy’ari pendiri NU, merasa prihatin terhadap oknum NU yang ikut-ikutan menentang ide khilafah. Menurut Kyai Mashudi: “NU itu ada yang garis lurus dan garis “fulus”, dan yang garis lurus tidak menolak ide Khilafah

Kyai Abdurrahman Salam, pengasuh PP. Al Anwar, Mojokerto. Menyatakan khilafah, imaroh dan imamah maknanya sama. Telah diwajibkan berdasarkan Al Quran, Assunnah dan Ijma’ sahabat. Ulama ahlu sunnah wal jamaah telah bersepakat tentang wajibnya hal ini. Sebagaimana dijelaskan di dalam QS. annisa : 59.

Khilafah ditegakkan untuk melanjutkan tugas kenabian, yaitu dalam hal pelaksanaan hukum hukum Islam. Islam tidak hanya mengatur urusan akhirat, juga urusan dunia. Di sinilah khilafah ditegakkan untuk rasamengurusi urusan dunia berdasarkan ajaran Rosulullah SAW.

Kyai Djoko Santoso, pengasuh PP. Al Mukhlisin, Gondang, menambahkan bahwa ulama mempunyai tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan yang lainnya. Karena ulama orang yang lebih paham terhadap yang benar dan salah. Maka ulama harus terus mendidik, membina dan menghimpun umat untuk mewujudkan khilafah. Karena ia diwajibkan oleh agamanya.

Acara yang dikemas dalam bentuk Jalsah Khossoh ini berjalan gayeng dan penuh keakraban. Acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Kyai Thoib.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *