Pertemuan Ulama Aswaja Tangerang, Tolak Upaya Menyudutkan Umat Islam dengan Isu Terorisme

0
440

Pertemuan Ulama Aswaja Tangerang, Tolak Upaya Menyudutkan Umat Islam dengan Isu Terorisme

Tangerang (shautululama.com) — Ahad (27/5/2018) Ulama Aswaja berkumpul dan memberikan pendapatnya. Terlebih pada dukungan perjuangan HTI dan menepis fitnah penyudutan Islam.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Al Mukarom KH.Arsyad sebagai Shohibul Bait menyatakan bahwa Ummat Islam itu jauh dari dinamakan teroris. Islam tidak identik dengan terorisme.

“Dan sangat memprihatinkan orang-orang yang menyudutkan perjuangan kita. Mudah-mudahan Allah SWT memberi hidayah. Orang yang menyudutkan HTI itu adalah orang tidak tahu HTI secara Kaffah. Kalau saja semua ummat Islam mengikuti apa yang di sampaikan HTI maka insyaaAlloh negeri ini akan menjadi negeri yang Baldatun Thoyyiibatun warobun ghofur, karena apa yang di sampaikan HTI adalah berdasarkan Al Quran dan Hadist,” tandasnya.

Tambahnya, jika orang tidak suka dengan HTI berarti mendapatkan informasi hanya sepotong-sepotong dan itu bahaya.Ayat Al Quran saja kalau hanya sepotong-sepotong akan menyesatkan. Beliau mengutip QS.Al Maa’uun : 4-5.

“Tetap berdakwah dan berjuang karena kita dalam jalan yang Benar,” tandasnya.

Sementara itu, Al Mukarom KH.Abdul Jaliel Hawary, Ulama dari Keresek kab.Tangerang, menyampaikan bahwa pelaku bom gereja di Surabaya itu adalah korban, karena pelaku terorisme sesungguhnya secara global yaitu AS, yang telah melahirkan para terorime termasuk adanya ISIS.

“Bagi orang mengaitkan HTI dengan teror di karenakan di tolaknya gugatan di PTUN itu adalah suatu yang bodoh. Bagaimana mungkin HTI akan menteror dan dendam? Lah wong setelah hakim memutuskan kita malah sujud syukur kok,” ungkapnya.

Tandasnya, Bom di Surabaya tidak ada kaitanya dengan Islam. Kepada HTI tidak perlu takut dakwah jalan terus, pencabutan BHP bukan penghalang dakwah. Jalan dakwah adalah salah satu jalan untuk mengapai ridho Alloh SWT yang balasannya adalah Syurga.

Penyataan sikap selanjutnya adalah di sampaikan oleh salah satu Ulama dari Balaraja Kab.Tangerang yaitu Al Mukarom Ust.H.Dayat.

“Terorisme bukan ajaran Islam. Ummat Islam memiliki sifat Rohman dan Rohim.Dan orang kafir itu jelas di dalam Al Quran kebenciannya terhadap Ummat Islam ini sabil mengutif firman Alloh “Walan tardho anka yahudu wala nasoro”, tegasnya

Ust Dayat pun memperjelas bahwa dakwah HTI itu bil hikmah dan bil hal. Apa yang terjadi terhadap HTI adalah nuansa politik 2019 yang menghadang dakwah. Pada saatnya nanti Allah akan perlihatkan mana yang benar dan mana yang salah.

Al Mukarom Ust.Bambang Wijaya pengasuh Majelis Al Barokah Jayanti , Kab.Tangerang, menjelaskan “kejadian saat ini adalah kehendak Allah supaya Islam ini bangkit, bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil,siapa yang memperjuangkan Syariat Alloh dan siapa yang menolak.”

“Dengan di cabut BHP bukan untuk berhentinya dakwah. Jalan terus untuk menegakan Islam, karena kemulian hanya dengan Islam. Jangan takut kehilangan jamaah,” pesannya menyemangati.

Di antara jama’ah masih banyak yang ingin menyampaikan sikapnya, tapi di karenakan waktu maghrib sudah tiba, acara pun di tutup dengan do’a oleh KH.Abdul Jaliel Hawary dan di lanjutkan dengan iftor jama’i.[hn]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here