Pernyataan Ulama Garut Pada Multaqa Ulama Aswaja Garut, Khilafah Ihtiyar Elemen Bangsa Untuk Keluar Dari Krisis Multidimensi

0
143

Garut, (shautululama) – Berkaitan dengan kebijakan sertifikasi dai oleh Kementrian Agama RI, ulama Aswaja Garut menggelar Multaqa secara daling, Rabu,  17 september 2020 / 27 Muharram 1442H.

Forum Multaqa ini dihadiri puluhan ulama sepuh di Garut dan disaksikan lewat  media online ratusan santri dan muhibbin. Dalam multaqa kali ini, terkait dengan kebijakan sertifkasi dai oleh Kementrian Agama RI, para ulama Aswaja Garut mengeluarkan pernyataan yang dibacakan oleh Shohibul Fadhilah almukarram Ust. Muhammad Muslih dari Majlis Halawatul Iman.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI[instagram-feed]

Dari rilis yang diperoleh redaksi shautululama poin-poin pernyataan itu sebagai berikut:

  1. Menolak kebijakan Kemenag RI untuk melakukan sertifikasi dai dan khathib, karena tindakan ini merupakan pembungkaman terhadap dakwah Islam, serta kami para ulama tegaskan radikalisme bukan ajaran islam
  2. Mengajak kaum muslimin di Tahun Baru Islam 1442 H ini, untuk berdakwah dengan sungguh-sungguh, ini merupakan momen yang tepat untuk mendakwahkan khilafah ajaran islam, untuk menggantikan aturan bathil dan gagal, Kapitalisme demokrasi, serta komunisme.
  3. Khilafah adalah ajaran Islam, ajaran ahlussunnah wal Jamaa’ah, para ulama muktabar sepakat akan wajibnya. Mendakwahkan dan memperjuangkannya akan menempatkan kita pada kedudukan yang mulia disisi Allah SWT, sebagai pelaksanaan kewajiban yang paling agung, mahkota kewajiban;
  4. Khilafah bukan ancaman karena khilafah adalah ajaran Islam, ajaran ahlus sunnah wal jam’ah. Dakwah khilafah adalah salah satu bentuk ikhtiar dari elemen bangsa kita agar indonesia, negeri mayoritas muslim ini keluar dari krisis multidimensional yang mendera. Saatnya kita hentikan berbagai bentuk persekusi dan kriminalisasi terhadap Islam, terhadap ajaran Islam, terhadap khilafah, dan para ulama serta para pejuang Islam.
  5. Menegaskan bahwa Nusantara secara syar’i adalah bagian dari negeri Islam, biladul muslimin, dan secara historis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Khilafah Islamiyah;