Pernyataan Sikap Ulama se Eks Karesidenan Besuki dan Bali Pada Multaqa Ulama Aswaja Rajab 1442 H

Jember, Jatim (shautululama) – Ulama Aswaja Se Eks Karesidenan Besuki dan Bali mengadakan forum multaqo dengan tema “Peran Strategis Ulama Cinta Negeri, Selamatkan Umat Dari Bencana Melanda Negeri, Waspada Adu Domba Umat, Tolak Kedzaliman, Terapkan Islam Kaffah” (Rabu, 17 Februari 2021). Acara ini diselenggarakan secara daring dari platform Youtube dan Zoom dan dihadiri oleh ribuan netizen dari berbagai penjuru negeri.

Multaqo Ulama Aswaja se Eks Karesidenan Besuki dan Bali diselenggarakan sebagai bentuk ihtimam ulama atas persoalan yang menimpa negeri yang tak kunjung selesai. Mulai carut-marut penangganan pandemi Covid-19, resesi ekonomi, undang-undang dzalim Omibus law, korupsi yang merajalela di tengah pandemi hingga yang terbaru Perpes tentang Ekstremisme dan Radikalisme.

Pada forum multaqo ini, para ulama Aswaja se Eks Karesidenan Besuki dan Bali bersepakat menyampaikan nasehat dan pernyataan sikap kepada para pemegang amanah umat di negeri tercinta Indonesia ini.

Diantara point-point nasehat dan pernyataan sikap yang berhasil dihimpun redaksi Shautululama adalah sebagai berikut:

  1. Wajib mengelola alam dengan cara yang benar sesuai syariat Islam dan memperhatikan siklus bencana. Wajib hukumnya bagi penguasa dan kaum muslim untuk taat pada Syariat Alloh SWT agar meraih keselamatan, ridho dan keberkahan dari-Nya serta menjauhkan dari murka dan azab-Nya.
  2. Wajib bagi pemimpin muslim untuk menjaga persatuan dan haram hukumnya melakukan perpecahan dan menjauhkan dari sikap mengadu dombadengan memainkan isyu ekstrimisme.
  3. Mengingatkan kepada umat untuk selalu menjaga ukhuwah dan silaturahmi, menjauhkan dari saling curiga serta mewaspadai upaya untuk saling membenturkan sesama.
  4. Menghentikan semua kedzaliman, kriminalisasi dan persekusi serta kekerasan hingga pembunuhan terhadap ulama dan Pejuang Islam hingga pembunuhan, dan harus bertanggungjawab.

Menyampaikan nasihat kepada pemerintah di negeri ini,

  1. Untuk meninggalkan kapitalisme, prinsip meneguk dan meraih keuntungan sebesar-besarnya menjadi dasar dari  sistem kapitalisme-demokrasi-liberal, yang menyebabkan pengelolaan sumber daya alam menjadi tidak sesuai dengan peruntukannya dan tidak adanya antisipasi yang melahirkan penderitaan dan kesengsaraan.
  2. Untuk menolak Demokrasi, Sistem Kufur, haram untuk mengambilnya, menerapkannya, menyebarluaskannya. Demokrasi telah melahirkan rezim sekuler radikal, pemimpin dan undang-undang zhalim yang tidak akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat.
  3. Untuk berhati-hati terhadap Komunisme, yang penuh kepalsuan dan kediktatoran, yang akan menambahkesengsaraan semakin dalam bagi negeri ini.
  4. Negeri di kawasan Nusantara ini memiliki tautan sejarah yang kuat dengan Kekhilafahan Islamiyah, dan status tanahnya sebagai bnegeri kaum muslimin adalah tanah usyriyyah.
  5. Khilafah adalah ajaran Islam, ajaran ahlussunnah wal Jamaa’ah, para ulama muktabarsepakat akan wajibnya. Kriminalisasi, dan persekusi terhadap khilafah adalah kriminalisasi dan persekusi terhadap ajaran Islam, yang merupakan perbuatan terlaknat dunia dan akhirat, serta pelakunya mendapatkan adzab neraka yang menghinakan (QS. Al Ahzab: 57).
  6. Menyeru kepada seluruh umat Islam khususnya para ulama untuk terus menerus berdakwah di jalan Allah, mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya Syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan di bawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …