Pernyataan Sikap Ulama Pada Multaqa Ulama Aswaja Tangerang, Menolak Persekusi, Kriminalisasi dan Kekerasan Terhadap Penyeru Khilafah

0
205

Tangerang, (shautululama) – Ahad, 4 Oktober 2020/16 Shaffar 1442H, ulama Aswaja Tangerang menggelar multaqa ulama secara daling. Forum ini untuk membahas kebijakan Kemenag RI tentang sertifikasi da’i (pendakwah) yang banyak menimbulkan kegaduhan dan ditentang umat Islam.

Sebagai ihtiram terhadap persoalan umat, dan kecintaan serta ketentraman negeri ini, para ulama menggelar multaqa.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Dalam forum yang dihadiri puluhan ulama, kyai, pengasuh pondok pesantren ini dihasilkan pernyataan sikap ulama Aswaja Tangerang.

Dari rilis yang diterima oleh redaksi shautululama, pernyataan sikap yang dibacakan oleh almukarram Habib Muhammad Bin Thoha Assegaf DPP FPI, poin-poinnya sebagai berikut:

Pertama, menolak rencana pemerintah untuk melakukan sertifikasi da’I dan khathib. Karena tindakan ini berpotensi menjadi pengekangan terhadap dakwah islam.

Kedua, Radikalisme bukan ajaran Islam, sertifikasi dai dengan alasan mencegah radikalisme sama sekali tidak benar

Ketiga, Mengingatkan pemerintah Indonesia bahwa musibah yang menimpa negeri ini bukan karena dakwah Islam. Namun akibat diterapkannya sistem kapitalisme sekuler, yang gagal memberikan perlindungan nyawa dan kesejahteraan terhadap warga negaranya.

Keempat, Menyerukan kepada umat Islam agar waspada terhadap kemungkinan bangkitnya PKI, dan berkembangnya bahaya laten komunisme di negeri kita tercinta.

Kelima, Menolak semua bentuk kriminalisasi, persekusi, serta kekerasan fisik terhadap para da’i, para ulama, dan pengemban dakwah yang menyerukan khilafah, karena khilafah adalah islam.

Keenam, Menawarkan konsep Khilafah untuk perbaikan negeri ini agar menjadi negeri yang baldatun thayibatun warabbun ghofur dengan penerapan syariah Islam secara kaffah, di bawah naungan khilafah ala minhajin nubuwwah.