PERNYATAAN SIKAP ULAMA PADA MULTAQA ULAMA AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH KAB. BEKASI

0
548
PERNYATAAN SIKAP ULAMA PADA MULTAQA ULAMA AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH KAB BEKASI TENTANG KRIMINALISASI AJARAN ISLAM DAN
PENGHINAAN PADA BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين سيدنا ومولانا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
Setelah mengamati dan mengkaji banyaknya lontaran perkataan yang dilakukan Sukmawati dan Muwafiq yang mengandung penghinaan dan pelecehan kepada Baginda Nabi Muhammad Saw kami dari forum komunikasi Ulama Ahlussunnah wal Jamaah kota dan Kabupaten Bekasi menyatakan :

1.Bagi Seorang Muslim mencintai Nabi Muhammad Saw diatas kecintaan kepada orang tua, anak dan semua manusia merupakan sebuah kewajiban. Rasulullah Saw bersabda
عنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (رواه البخاري و مسلم و أحمد، و إبن ماجه و النسائي و الحاكم والبيهقي، و إبن حبان)
Dari Anas Bin Malik berkata : Rasulullah Saw bersabda : “tidak sempurna Iman salah seorang dari kalian sampai ia menjadikan aku lebih dicintai daripada orang tuanya, anaknya dan segenap manusia” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Jika mencintai Rasulullah saw. merupakan kewajiban dan kebaikan yang amat luhur, maka menista (istihza’) terhadap kemuliaan beliau adalah dosa besar. Allah SWT berfirman:

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا
Sungguh orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknati mereka di dunia dan di akhirat serta menyediakan bagi mereka siksaan yang menghinakan (TQS al-Ahzab [33]: 57).

3. Bagi orang Islam, hukum menghina Rasul jelas haram. Pelakunya dinyatakan kafir. Hukumannya adalah hukuman mati. Al-Qadhi Iyadh menuturkan, ini telah menjadi kesepakatan di kalangan ulama dan para imam ahli fatwa, mulai dari generasi sahabat dan seterusnya.
قال أبو بكر بن المُنْذر أجْمَع عَوامّ أهلى الْعِلْم عَلَى أن من سَبّ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْه وَسَلَّم يُقْتَل وَمِمَّن قَال ذَلِك مَالِك بن أَنَس وَاللَّيْث وَأَحْمَد وإسحاق وَهُو مَذْهَب الشَّافِعِيّ
Ibn Mundzir menyatakan, mayoritas ahli ilmu sepakat tentang sanksi bagi orang yang menghina Nabi saw. adalah hukuman mati. Ini merupakan pendapat Imam Malik, Imam al-Laits, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ishaq bin Rahawih dan Imam as-Syafii (Lihat: Al-Qadhi Iyadh, Asy-Syifa bi Tarif Huquq al-Musthafa, hlm. 428).

4. adanya penghinaan, pencelaan kepada baginda Nabi Muhammad Saw termasuk adanya kriminalisasi terhadap ajaran dan symbol-simbol Islam ini disebabkan karena kaum muslim tidak memiliki al-imam atau khalifah yang berkewajiban untuk melindungi ajaran dan Umat Islam. Rasulullah saw bersabda :
الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
Imam (khalifah/kepala negara) adalah perisai; rakyat akan berperang di belakangnya dan dia akan dijadikan sebagai tempat berlindung (HR Muslim).
5. Imam Nawawi dalam kitab Syarah Muslim Jilid 6 hal : 315) menjelaskan
قال الامام الحافظ النووي: قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( الْإِمَام جُنَّة ) أَيْ : كَالسِّتْرِ ؛ لِأَنَّهُ يَمْنَع الْعَدُوّ مِنْ أَذَى الْمُسْلِمِينَ ، وَيَمْنَع النَّاس بَعْضهمْ مِنْ بَعْض ، وَيَحْمِي بَيْضَة الْإِسْلَام ، وَيَتَّقِيه النَّاس وَيَخَافُونَ سَطْوَته ، وَمَعْنَى يُقَاتَل مِنْ وَرَائِهِ أَيْ : يُقَاتَل مَعَهُ الْكُفَّار وَالْبُغَاة وَالْخَوَارِج وَسَائِر أَهْل الْفَسَاد وَالظُّلْم مُطْلَقًا

Berkata Imam al hafidz an nawawiy, sabda beliau SAW (bahwa Imam itu layaknya perisai), yakni layaknya tirai; karena sesungguhnya imam itu akan mencegah musuh (kaum Muslimin) untuk menyakiti kaum muslimin; serta akan mencegah masyarakat saling menyakiti satu dengan yang lain; dan menjaga kesucian Islam, dan dengan Imam masyarakat berlindung padanya serta dan mereka segan dengan kewibawaan Imam ; dan makna “diperangi dari belakangnya” maksudnya adalah orang-orang kafir, separatis, khawarij, pembuat kerusakan dan onar serta dzalim semuanya (tanpa terkecuali) diperangi (oleh umat islam ) bersama Imam.

Dalam Multaqa Forum Ulama Ahlu Sunnah Wal Jama’ah Kota dan Kabupaten Bekasi, kami menyatakan sebagai berikut:
  1. Menuntut kepada pihak berwenang untuk segera mengadili, menangkap dan memberikan sanksi hukum yang berat kepada Sukmawati dan Muwafiq Pelaku penghina dan penista baginda nabi Muhammad Saw.
  2. Menyerukan kepada penguasa untuk menghentikan upaya kriminalisasi atas ajaran-ajaran Islam, simbol–simbol dan para Ulama yang mendakwahkan Islam melalui narasi Radikalisme
  3. Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam dan Ahlussunnah wal Jamaah; hukum menegakkannya wajib; menghalangi, mengancam, mengkriminalisasi dan mempersekusi perjuangannya merupakan bentuk kema’shiyatan dan kemunkaran.
  4. Para Ulama, Kyai, Habaib, Asatidz dan Muballigh senantiasa membimbing Umat agar tetap berpegang teguh terhadap agama Islam dan memiliki kesadaran untuk menjaga kemulian nabi Muhammad Saw, ajaran-ajaran Islam beserta simbol-simbolnya.
  5. Saatnya negeri ini menerapkan syariah Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah Islamiyah ala minhaji nubuwwah yang akan membuat negeri Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mampu mensejahterakan rakyatnya dengan karunia sumber daya alam yang melimpah, dan hidup berkah dalam ridho-Nya.

    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
    وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيمِ

    Ahad, 08 Desember 2019
    Pondok Pesantren Tamrinus-Shibyan
    Sukatani, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
    FORUM KOMUNIKASI ULAMA AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH
    KABUPATEN BEKASI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here