Pernyataan Sikap Ulama Minang Pada Multaqa Ulama di Ranah Minang, Tolak OBOR

Bukittinggi, (shautululama) – Ramadhan bulan perjuangan, waspada penjajahan ala Tiongkok. Tema ini diangkat dalam Multaqa’ Ulama diranah Minang

Ratusan asatidz dan ulama umat berkumpul bersilahturahmi menyambut Ramadhan 1440 H, juga utamanya merespon kemaslahatan urusan umat sebagai wujud amanah para warasatul anbiya

Maka daripada itulah dengan adanya situasi terbaru berupa 23 MoU antara pemerintah China dan Indonesia telah diteken di berbagai sektor usaha. Hal ini sekaligus menandai dimulainya proyek One Belt One Road (OBOR) di Indonesia (https://koran.bisnisDOTcom). Maka Para ulama diberbagai daerah merespon cepat hal tersebut.

Sohibul Bait multaqa Ulama Minangkabau Ustadz Rozi Tuanku Kayo selaku Pimpinan ponpes Ibadurrahman berpesan agar ulama selalu berada diposisi meluruskan negeri ini.

“Sudah menjadi tugas kita sebagai ulama merespon makar penjajah. Maka sewajarnya kita menolak proyek OBOR, Kembalilah kepada Solusi Islam Syariah Khilafah” seru beliau

“Semoga kita tercatat sebagai pencegah kemungkaran serta makar musuh. Kemudian kita teguhkan umat untuk lebih taat pada Islam Syariah dan Khilafah” tutup beliau

Sementara tokoh Bukittinggi Buya Jamal Husni mendetailkan betapa sangat berbahayanya Obor melalui MoU yang telah diresmikan. Berbahaya dan sebuah pengkhianatan kepada bangsa ini.

“Pepatah Minang berkata alun takileh lah takalam artinya Muslim pasti dapat melihat maksud dan tujuan dibalik Proyek Obor ini” kata beliau”

“Model Penjajahan Obor sangat merugikan kita. Yaitu pertama: proyek ini merupakan kelanjutan perluasan pemasaran produk negeri Cina, Kedua: Ini adalah proyek hegemoni Cina abad 21, Ketiga: Proyek ini adalah bentuk kolonialisasi Cina dalam bidang Politik dan Ekonomi, Empat: Pembentukan dan perluasan wilayah koloni untuk memasarkan barang-Barang Cina. Itulah esensi MoU itu, maka bisa juga dikatakan negara ini di ibaratkan provinsi baru Cina, miris” Kata ulama Bukittinggi ini

Juga kalimatul minal Ulama disampaikan juga Ulama Bukittinggi Ustadz Ade Jalaluddin dari Ponpes Gobah ” kita harus senantiasa Hati-hati dan waspada pada Penjajahan gaya baru, Yakinlah Islam tetapi tinggi namun kota muslimin yang direndahkan, waspadalah proyek ini (Obor). Kata beliau

Juga Ulama Maninjau Buya Nasbir mengatakan “diplomasi dalam Islam adalah hal yang lumrah, tapi ada batasnya. Waspadalah pada langkah langkah komunis, bukankah kita pernah merasakan kejahatannya?

Juga Ulama Solok Buya wisril “terkait perjanjian dalam proyek Obor ni harus kita waspadai, jangan sampai kita jadi budak dinegeri kita sendiri”

Kemudian ulama Dharmasraya ustadz Wawan menyampaikan “OBOR ini membuka pintu Penjajahan negeri Cina kepada Indonesia. Lahan sawit dinegeri kami adalah tanah Ulayat yang mereka kelola namun saat ini ada aroma kesewenang-wenangan yang dipraktekkan. Ini contoh kecil apalagi jika Negara Cinaendominasi dalam politik dan ekonomi? Bisa ditindas kita.

Ulama Lubuk Basung Buya A. Dt. Perpatiah kita dikuasai Cina hilanglah cadiak pandai kita dati hari ini kita matikan Obor ini kita hentikan Penjajahan Baru ini”

Kemudian Ulama Pesisir Selatan Buya Sujono “.sudahilah dan hentikan kerjasama dengan negeri penjajah yang bertahun terbukti melemahkan negeri ini, kembalilah pada Syariat Islam, bangun dan bangkitkan negeri kita dengan Syariah khilafah, solusi perjuangan”

Di akhir pertemuan dibacakan pernyataan sikap ulama Minangkabau yang dibacakan Buya sepuh Rusydi St. Iskandar

PERNYATAAN SIKAP ULAMA MINAGKABAU ATAS
PROYEK ONE BELT ONE ROAD (OBOR)

Dengan mempertimbangkan point-point berikut ini;

1. Kewajiban para ulama untuk:
a. Melakukan aktivitas amar ma’ruf nahi ‘anil mungkar;

b. Membongkar berbagai macam makar yang dilakukan oleh negara-negara kafir imperialis atas islam dan kaum muslim;

c. Mengungkap persekongkolan para penguasa antek dengan negara-negara kafir untuk melanggengkan penjajahan mereka di dunia Islam;

d. Dan kewajiban ulama untuk melakukan muhasabah lil hukkaam.

2. Larangan Allah SWT memberikan jalan apapun bagi orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman. sebagaimana firman-Nya:

وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا
“Dan sekali-kali Alloh tidak menjadikan bagi orang-orang kafir jalan untuk menguasai orang-orang mukmin”. (QS. An-Nisaa’: 141)

Maka, kami, para ulama Minangkabau menyatakan:

1. Haram hukumnya memberikan jalan bagi Cina melakukan penjajahan dan Cinaisasi atas negeri kaum muslimin Indonesia dan negeri Islam yang lain

2. Penandatanganan proyek jalur sutera gaya baru OBOR ini merupakan upaya untuk membangkitkan kembali kejayaan jalur sutra Tiongkok merupakan bentuk Kolonialisme dan Komunisasi Cina atas negeri Islam, Hukumnya adalah haram dan harus ditolak.

3. Mengajak seluruh komponen umat khususnya Ulama, untuk bersatu dan berada di garda terdepan dalam perjuangan menegakkan Syariah dan Khilafah serta memberikan ta’yid (dukungan) pada para pengemban dakwah yang berjuang untuk menegakkan Syariah dan Khilafah

Bukittinggi, 29 Sya’ban 1440 H/5 Mei 2019

Wallahualam[] Mri/Frds/db/

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *