Pernyataan Sikap Ulama Forum Cinta Islam dan Rasulullah Leuwiliang atas Pembakaran Bendera Tauhid

Bogor, (shautululama) – Forum Cinta Islam dan Rasulullah Leuwiliang, Rabu (24/10/2018) mengadakan liqa untuk mensikapi pembakaran bendera Tauhid oleh Banser di Garut, setelah upacara Hari Santri pada tanggal 22 Oktober 2018.

Sebagai wujud kecintaan kami terhadap Islam dan Rasulullah, termasuk cinta kami kepada simbul-simbul Islam dan sebagai wujud keprihatinan kami atas tindakan biadab pembakaran bendera tauhid itu, kami Majelis Cinta Islam dan Rasulullah Leuwiliang menyatakan sikap sebagai berikut :
1. Bahwa bendera berwarna hitam bertuliskan Tauhid berwarna putih adalah bendera Rasulullah, simbul kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Hal ini sesuai dengan yang disebutkan dalam hadits shahih antara lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas yang menyatakan:

عن ابن عباس قال: كانت راية رسول الله صلى الله عليه وسلم سوداء،
ولواؤه أبيض

Dari Ibnu Abbas, beliau berkata: “Panji Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berwarna hitam dan benderanya berwarna putih”. (HR. Tirmidzi no. 1651, Ibnu Majah no. 2818, Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra no. 13061, dll)

Dalam jalur yang sama, dimana Hayyan menerima dari Abu Mijlaj terdapat tambahan pada matannya dengan redaksi:

مَكْتُوْبٌ عَلَيْهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
“(Bendera itu) bertuliskan kalimat : Laa ilaaha Illallaah muhammadurrasuulullaah”

2. Bahwa bendera Rasulullah adalah milik kaum muslimin bukan milik ormas tertentu, tidak pernah diklaim oleh organisasi tertentu baik secara terbuka maupun melalui AD/ART organisasinya, tidak pernah didaftarkan atau telah terdaftar pada Ditjen HAKI Kemenhukam atas nama institusi atau organisasi tertentu. Bendera Rasulullah adalah terkatagori domain publik, milik seluruh kaum muslimin sehingga tidak dapat diklaim sebagai milik institusi atau organisasi tertentu.

3. Bahwa tindakan membakar bendera Rasulullah adalah tindakan haram, merupakan tindakan melanggar syara’ yang berat dimana pelakunya berdasarkan syariat Islam bisa diberikan sanksi berat.

4. Mengecam pimpinan ormas yang mengaburkan fakta pembakaran bendera tauhid dengan pernyataan pengalihan yang mengindikasikan mereka setuju dan tidak mau dipersalahkan.

5. meminta aparat keamanan untuk bertindak tegas menangkap pelakunya, jangan sampai umat Islam marah dan bertindak sendiri-sendiri. Demikian pula bagi pimpinan ormas yang memberikan perlindungan atau pembelaan.

Leuwiliang, Rabu, 24 Oktober 2018

Ustadz H. Hendaru Jumantoro
Ketua Forum Cinta Islam dan Rasulullah Leuwiliang

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *