Pernyataan Sikap Ulama Aswaja Yogyakarta: “Proyek OBOR Menyimpan Bahaya Besar Bagi Bangsa dan Negara”

Yogyakarta, (shautulama) – Proyek One Belt One Road (OBOR) yang telah ditandatangi 26 Mei 2019 merupakan bentuk kolonialisasi Cina atas Indonesia. Proyek ini akan memudahkan Cina melalui perusahaan -perusahaannya melakukan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya alam di Indonesia.
Karenanya, proyek ini diindikasikan menyimpan bahaya; pertama, penguasaan (penjajahan/kolonisasi) Cina atas Indonesia, baik secara teritorial maupun secara ekonomi; kedua, penyebaran ideologi Komunisme di Indonesia.

Dalam Multaqa Ulama Ahlu Sunnah Wal Jama’ah, Abah Narko Abu Fikri selaku Koordinator FKU Aswaja Yogyakarta membacakan pernyataan sikap sbg berikut:menyatakan sebagai berikut:

1. Bahwa, Alloh Swt mengharamkan jalan apapun penguasaan umat Islam dan negerinya oleh orang-orang (bangsa) kafir, sebagaimana firman-Nya yang artinya:
“Dan sekali-kali Allah tidak menjadikan bagi orang-orang kafir jalan untuk menguasai orang-orang Mukmin”. (QS. An Nisaa’: 141)

2. Bahwa, Alloh Swt tidak membolehkan ada suatu bahaya dan sesuatu yang membahayakan Islam dan Umat Islam, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw:
“Tidak boleh (ada) bahaya dan menimbulkan bahaya”. (HR. Ibnu Majah)

3. Bahwa, kerjasama dalam proyek One Belt One Road (OBOR) menyimpan bahaya besar yang mengancam bangsa dan negara Indonesia; yaitu kolonialisasi dan Komunisasi Cina atas Indonesia.

Oleh karena itu, dalam Multaqa Ulama Ahlu Sunnah Wal Jama’ah di Yogyakarta ini, Kami menyerukan:

1. Rakyat dan bangsa Indonesia –khususnya Umat Islam—menolak kerjasama dalam proyek One Belt One Road (OBOR).

2. Pemerintah wajib membatalkan dan menghentikan proyek One Belt One Road (OBOR) dengan Cina, yang merupakan bentuk kolonialisasi dan komunisasi Cina atas Indonesia.

3. TNI segera bersikap tegas terhadap bahaya kolonialisasi dan komunisasi Cina melalui proyek One Belt One Road (OBOR).

4. Para Ulama, Kyai, Habaib, Asatidz dan Muballigh senantiasa membimbing Umat agar tetap berpegang teguh terhadap agama Islam dan memiliki kesadaran untuk menjaga agama dan negerinya dari setiap ancaman kolonialisasi dan komunisasi Cina.

5. Saatnya negeri ini menerapkan syariah Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah Islamiyah ala minhaji nubuwwah yang akan membuat negeri Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mampu mensejahterakan rakyatnya dengan karunia sumber daya alam yang melimpah, dan hidup berkah dalam ridho-Nya.

6. Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam; hukum menegakkannya wajib; menghalangi, mengancam, mengkriminalisasi dan mempersekusi perjuangannya merupakan kemunkaran.

7. Kami para Ulama, Kyai, Habaib, Asatidz dan Muballigh akan senantiasa bersama para pengemban dakwah Islam, membelanya termasuk para pengemban dakwah Khilafah.
Demikian, semoga Alloh Swt menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari bahaya kolonisasi dan komunisasi Cina.

Gedung PDHI
Yogyakarta, Ahad 26 Mei 2019
21 Ramadhan 1440 H.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *