Pernyataan Sikap Multaqa Ulama Kab Bogor : Mengutuk Penghina Nabi ﷺ, Batalkan Omnibus Law UU Ciptakerja

0
160

Bogor, (shautululama) —Umat islam tiada henti-hentinya ditimpa berbagai persoalan, baik di dalam negeri Indonesia maupun di luar negeri. Hal inilah yang melatarbelakangi para ulama di Bogor untuk menggelar Multaqa Ulama Aswaja Bogor secara daling, pada Sabtu, 14 November 2020.

Pada multaqa ulama Aswaja Bogor ini, dibahas persoalan krusial antara lain pertama tentang pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Ciptakerja oleh di DPR RI yang ditolak oleh seluruh elemen masyarakat. Kedua, penghinaan Baginda Rasulullah Saw oleh Prancis melalui Presidennya Immanuel Macron merestui Majalah Charlie Hebdo karikatur Nabi Saw dengan dalih kebebasan perekspresi yang dijamin dalam demokrasi.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI[instagram-feed]

Atas peristwa ini, ulama sebagai warisatul ambiya (pewaris para nabi) atas ilmu yang dimiliki serta sebagai ihtimam bi amril muslimin (peduli terhadap urusan kaum muslimin) multaqa ini digelar dengan maksud untuk memberikan nasehat kepada pengambil kebijakan di negeri ini. Para ulama tidak ingin negeri yang telah susah payah diperjuangkan para ulama-ulama terdahulu untuk mengusir penjajah, kini penjajahnya diundang kembali untuk menguasai negeri ini.

Maka nasehat para ulama yang tergabung dalam Multaqa Ulama Aswaja Bogor tertuang dalam pernyataan sikap sebagai berikut:

 PERNYATAAN ULAMA PADA MULTAQO ULAMA AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH BOGOR
Menyatakan :

  1. Mengutuk pemimpin negara kafir penista agama Islam pencela Nabi Muhammad SAW dan para pendukungnya. Dan memberikan peringatan bahwa hukuman mereka adalah hukuman mati.
  2. Menolak UU Omnibus Law UU Cipta Kerja, Aturan Dzalim Produk Demokrasi
  3. Menolak adanya investasi asing sebagai jalan imperialisme di bidang ekonomi.
  4. Menyatakan bahwa demokrasi adalah senjata sapujagat musuh-musuh Islam untuk menyerang Islam dan umat Islam dan sebagai sistem yang dipaksakan atas umat Islam secara dzalim.
  5. Menyampaikan nasihat kepada pemerintah dan bangsa Indonesia,
    a. Bahwa carut marut penanganan virus komunis cina, serta resesi Ekonomi yang menghadang di depan mata, adalah buah dari penerapan sistem kapitalis sekular, dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan islam dan dakwah Islam;
    b. Batalkan UU Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berpotensi menyengsarakan rakyat, dan mengantarkan negeri ini semakin jauh berada dalam cengkeraman imperialisme asing.
  6. Khilafah adalah ajaran Islam, ajaran ahlussunnah wal Jamaa’ah, para ulama muktabar sepakat akan wajibnya. Khilafah adalah pelaksana syariah, yang memberlakukan hukuman kepada siapa saja melakukan pelanggaran hukum, termasuk penista agama, penghina Rasulullah SAW.
  7. Menolak semua bentuk kriminalisasi, persekusi, serta kekerasan fisik terhadap para da’i, para ulama, dan pengemban dakwah Islam;
  8. Menyeru kepada seluruh umat Islam khususnya para ulama untuk terus menerus berdakwah di jalan Allah, mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya Syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan di bawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

Wa maannashru illa min ‘indillahi ‘azza wa jalla, Wa kafa billahi wakiila wa kafa billahi syahiida

Bogor, 23 Rabi’ul Awwal 14 Nopember 2020 M