Pernyataan Sikap Multaqa Ulama Aswaja Jember, Jawa Timur: “Tolak Proyek OBOR China, Waspada Ekspansi Komunis China”

Jember, Jatim (shautululama) – Penandatanganan kerjasama proyek One Belt One Road (OBOR) antara pemerintah China dan Indonesia, pada tanggal 26 Mei 2019 mendapatkan penolakan keras dari para ulama Aswaja di Jember, Jawa Timur. Demi membahas persoalan krusial tersebut para ulama Aswaja Jember menggelar Multaqa Ulama, pada 19 Mei 2019 atau bertepatan dengan 14 Ramadhan 1440H.

Redaksi shautululama mendapatkan kutipan pernyataan yang dikeluarkan pada Multaqa Aswaja Jember tersebut. Berikut ini point-point penting dalam pernyataan sikap ulama Aswaja Jember:

  1. Proyek One Belt One Road (OBOR) merupakan bentuk kolonialisasi negara China atas Indonesia, yang akan mengeruk kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan negara komunis China
  2. Proyek One Belt One Road (OBOR) mendatangkan tenaga kerja asing (TKA) China ke Indonesia, dan ini menyimpan bahaya besar, mengancam kedaulatan bangsa dan negara Indonesia; yaitu tersebarnya ideologi Komunisasi Cina atas Indonesia.
  3. Allah SWT mengharamkan jalan apapun penguasaan umat Islam dan negerinya oleh orang-orang (bangsa) kafir China, sebagaimana firman-Nya yang artinya:

“Dan sekali-kali Allah tidak menjadikan bagi orang-orang kafir jalan untuk menguasai orang-orang Mukmin”. (QS. An Nisaa’: 141)

Pada Multaqa Ulama Ahlu Sunnah Wal Jama’ah Jember ini, para ulama menyerukan:

  1. Rakyat dan bangsa Indonesia –khususnya Umat Islam—menolak kerjasama dalam proyek One Belt One Road (OBOR).
  2. Pemerintah wajib membatalkan dan menghentikan proyek One Belt One Road (OBOR) dengan Cina, yang merupakan bentuk kolonialisasi dan komunisasi Cina atas Indonesia.
  3. TNI segera bersikap tegas terhadap bahaya kolonialisasi dan komunisasi Cina melalui proyek One Belt One Road (OBOR).
  4. Para Ulama, Kyai, Habaib, Asatidz dan Muballigh senantiasa membimbing Umat agar tetap berpegang teguh terhadap agama Islam dan memiliki kesadaran untuk menjaga agama dan negerinya dari setiap ancaman kolonialisasi dan komunisasi Cina.
  5. Saatnya negeri ini menerapkan syariah Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah Islamiyah ala minhaji nubuwwah yang akan membuat negeri Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mampu mensejahterakan rakyatnya dengan karunia sumber daya alam yang melimpah, dan hidup berkah dalam ridho-Nya.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *