Pernyataan Sikap Multaqa Isra’ Mi’raj Ulama Aswaja Gresik, Selamatkan Bangsa dari Kekejian Miras, Tolak Kapitalisme, Sekulerisme, Demokrasi dan Komunisme

Gresik, Jatim (Shautululama) – Multaqa Ulama Aswaja Gresik dalam Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam yang diselenggarakan secara Live streaming di Chanel Youtube Dakwah Giri berjalan dengan lancar dan penuh Khidmat, Sabtu, 13 Maret 2021, malam hari.

Acara yang saksikan ratusan orang ini, dihadiri alim ulama, kyai, pengasuh ponpes dan majlis taklim di seluruh Gresik. Acara multaqa ini digelar sebagai wujud kecintaan dan kepedulian terhadap negeri ini. Kali ini ulama dikagetkan dengan keputusan pemerintah yang melegalkan investasi miras dengan segala bentuknya.

Indonesia sebagai negeri muslim dengan populasi lebih dari 80 persen, sangat menentang legalisasi miras (minuman beralkohol), hal ini akan menimbulkan kerusakan lebih parah bagi negeri ini.

Oleh karena itu, dilatarbelakangi tanggung jawab dakwah, ulama sebagai pewaris nabi dan kecintaan pada negeri ini, para ulama yang tergabung dalam acara multaqa ulama aswaja Gresik menyampaikan nasehat dan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Wajib Menolak segala bentuk investasi asing yang merupakan bentuk penjajahan gaya baru.

2. Wajib menolak segala bentuk legalisasi produksi dan peredaran khamr/miras, yang merupakan induk segala kejahatan.

3. Wajib bagi pemimpin muslim untuk menjaga persatuan dan haram hukumnya melakukan perpecahan dan menjauhkan dari sikap mengadu domba dengan memainkan issu ekstrimisme.

4. Wajib bagi pemimpin muslim menghentikan semua kedzaliman, kriminalisasi dan persekusi serta kekerasan terhadap ulama dan pejuang Islam.

5. Menyampaikan nasihat kepada pemerintah di negeri ini,
a. Untuk meninggalkan sistem kapitalisme-liberal, yang hanya mempertimbangkan keuntungan, menyebabkan pengelolaan sumber daya alam menjadi tidak sesuai dengan peruntukannya yang melahirkan penderitaan dan kesengsaraan.

b. Mencabut seluruh dasar hukum yang melegalkan penjajahan gaya baru/investasi asing. Baik Omnibus-Law Cipta Investasi, Perpres 10 tahun 2001 Bidang Usaha Penanaman Modal.

c. Karena telah terbukti nyata Kapitalisme-Demokrasi-Sekulerisme dan Komunisme adalah Ummul Jara’im, pangkal kejahatan dan kehancura umat manusia. Maka Wajib bagi pemimpin muslim membuang demokrasi-sekulerisme yang telah melahirkan rezim sekuler radikal, pemimpin dan undang-undang zhalim yang tidak akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat.

d. Untuk berhati-hati terhadap Komunisme, yang penuh kepalsuan dan kediktatoran, yang akan menambah kesengsaraan semakin dalam bagi negeri ini.

e. Negeri di kawasan Nusantara ini memiliki tautan sejarah yang kuat dengan Kekhilafahan Islamiyah, dan status tanahnya sebagai negeri kaum muslimin adalah tanah usyriyyah.

6. Khilafah adalah ajaran Islam, ajaran ahlussunnah wal Jamaa’ah, para ulama muktabar sepakat akan wajibnya. Kriminalisasi, dan persekusi terhadap khilafah adalah kriminalisasi dan persekusi terhadap ajaran Islam, yang merupakan perbuatan terlaknat dunia dan akhirat, serta pelakunya mendapatkan adzab neraka yang menghinakan

اِنَّ الَّذِيۡنَ يُؤۡذُوۡنَ اللّٰهَ وَرَسُوۡلَهٗ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فِى الدُّنۡيَا وَالۡاٰخِرَةِ وَاَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابًا مُّهِيۡنًا

Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka, QS. Al-Ahzab Ayat 57

7. Menyeru kepada seluruh umat Islam khususnya para ulama untuk terus menerus berdakwah di jalan Allah, mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya Syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan di bawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

 

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …