Pernyataan Sikap dan Dukungan Kepada KH. Heru Ilyasa dari Ulama dan Tokoh Banyumas Raya Dalam Mudzakaroh Ulama dan Tokoh Peduli Negeri Banyumas Raya

Banyumas, Jateng, (shautululama) – Ahad, 6 Oktober 2019, bertempat di salah satu rumah makan di Banyumas, Alhamdulillah telah terselenggara acara MUDZAKAROH ULAMA & TOKOH PEDULI NEGERI Banyumas Raya yang dihadiri oleh berbagai Tokoh dan Ulama dari berbagai wilayah, seperti Dayeuh Luhur, Majenang, Cilacap, Sidareja, Purbalingga dan Purwokerto. Acara dimulai pukul 09.00.

Kyai Musbihin seorang ulama dari Majenang diantara 70 ulama dan Tokoh yang hadir dalam Mudzakaroh ini. Mereka berkumpul sebagai wujud _ihtimam bi amril muslimin_ (memperhatikan urusan umat) sebagimana perintah Nabi kita Muhammad SAW di dalam sabdanya : _barangsiapa bangun pagi hari tidak memikirkan urusan umatku maka dia tidak termasuk golonganku_.

Acara ini dibuka dan dipandu oleh Ust. Yopi Al Ghifari.

Dalam majlis yang mulia tersebut dihadiri oleh dua narasumber yaitu Al Mukarrom KH. Ainul Yaqin dari Semarang dan Ust. Hanif Al Fasiry Pengamat Politik dan Ekonomi Banyumas.

Kyai Ainul Yaqin menyampaikan : “Indonesia terus ditimpa persoalan dalam segala bidang karena tidak bersyukur yaitu menerapkan syariat Allah SWT secara kaffah. Karena menurut para Ulama
Syukur itu ada 3 rukun :
1. Mengakui nikmat itu dr Allah dlm batin
2. Mngucapkan scra lahir di lisan
3. Tunduk patuh kpd Hukum2 Allah
Salah satu saja rukun syukur tidak terpenuhi maka belum bisa dikatakan bersyukur…”

Di akhir acara Mudzakaroh, para Ulama dan Tokoh Peduli Negeri ini menyatakan sikap :

  1. Menyadari bahwa sesungguhnya saat ini umat islam di seluruh dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya tengah menghadapi berbagai persoalan baik dibidang ekonomi, politik, sosial budaya maupun tsaqofah yang membuat umat islam tidak mampu menunjukkan sebagai khoiru ummah.
  2. Seluruh problem tersebut berpangkal pada tidak adanya kehidupan islam di mana di dalamnya diterapkan syariah secara kaffah.
  3. Oleh karena itu perjuangan bagi penerapan Syariah secara kaffah & penegakkan kembali khilafah adalah mutlak karena ini adalah satu-satunya solusi bagi negeri dan jalan menuju terwujudnya kembali izzul islam wal muslimin.
  4. Mendakwahkan islam adalah perbuatan terpuji dalam rangka melanjutkan tugas nabi SAW. Bahwa Khilafah adalah ajaran Islam. Maka kriminalisasi terhadap ulama pewaris para nabi, kriminalisasi terhadap kegiatan dakwah dan kriminalisasi terhadap ajaran Islam yaitu Khilafah merupakan kedzaliman !! Termasuk kami juga menolak kriminalisasi yang menimpa KH. Heru Ilyasa yang merupakan salah satu Ulama aswaja pewaris para nabi dari Mojokerto Jatim.
  5. Ulama sebagai pewaris para nabi harus menjadi subjek perubahan yang haqiqi, yakni berdakwah listi’nafil hayatil islam.

    #KhilafahAjaranAhlussunnahWaljamaah
    #UlamaBersamaHT
    #TolakKriminalisasiAjaranIslam
    #TolakKolonialisasiAsing-Aseng
    #TinggalkanLiberalismeLawanKomunisme
    #WeAreTheWorldKHILAFAH

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *