Pernyataan Pada Multaqa Ulama Aswaja Melayu- Riau: Tinggalkan Kapitalisme, Buang Komunisme, Songsong Masa Depan Cerah dengan Islam

Pada momentum pasca Idul Fitri dibulan Syawal, di mana Kaum Muslimin merayakan hari kemenangan dan memasuki bulan Dzulqo’idah menuju bulan Dzulhijjah adalah momentum yang kental dengan kegiatan ibadah Umat Islam. Karenanya, Allah SWT menjadikannya bulan haram. Ibadah di dalamnya akan diberikan pahala yang berlipat ganda.

Sedangkan ibadah yang paling dicintai Allah SWT adalah nasehat “Wa ahabbu ibadati abdi ilaiyya an nashiihah” (Al-Hadist Qudsi)

Maka, dengan semangat meraih kebaikan dan pertolongan Allah SWT, sudah seharusnya kaum muslimin. Dengan bimbingan Ulama min Ahlus Sunah Wal Jamaah menatap masa depan dengan wajah, semangat yang baru.

Pada saat yang sama kala pandemi korona kali ini, terbukti bahwa Kapitalis dan Komunis telah gagal dalam mencegah dan mengatasi pandemi ini, kepentingan ekonomi lebih dikedepankan dibandingan dengan kepentingan kesehatan dan kemanusiaan. Sudah saatnya kaum muslimin meninggalkan kapitalisme, Demokrasi, Komunisme menuju Islam Rahmatan Lil Alamin.

Sudah begitu kita melihat rezim dan para legislator justru sedang menggodog RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), yang terkesan mencederai harga diri bangsa ini dan para pahlawan pejuang kemerdekaan, terutama Kalangan Ulama. Karena kembali memaknai Dasar Negara dengan Eka Sila, yaitu gotong royong, seperti pemaknaan orang-orang kiri (komunis).

Oleh karena itu, Kami para Ulama berinisiatif mengadakan Multaqo Ulama Aswaja Melayu Riau dalam rangka memberikan pandangan kepada seluruh komponen umat, “Dengan Samangat Iedul Fithri, Saatnya Tinggalkan Kapitalisme, Demokarsi, dan Komunsime Menuju Islam Rahmatan Lil Alamin”

Selanjutnya Kami menyerukan:
1. Menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), yang terkesan mencederai harga diri bangsa ini dan para pahlawan pejuang kemerdekkan terutama Kalangan Ulama. Karena kembali memaknai Dasar Negara dengan Eka Sila yaitu gotong royong, seperti pemaknaan orang-orang kiri (komunis).

2. Agar seluruh komponen umat Islam berkontribusi aktif dan turut berjuang bersama Ulama demi tegaknya hukum Syari’at Islam, sebagaimana Allah SWT telah turunkan Al Qur’an pada bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia.

3. Agar seluruh komponen umat tunduk dan patuh kepada Allah SWT yang telah memfardhukan penerapan syari’at-Nya dengan meneladani Rasulullah SAW dalam penerapan Islam secara formal-institusional, juga dilanjutkan para Khulafa’ur Rasyidin.

4. Sudah saatnya kaum muslimin meninggalkan Kapitalisme, Demokrasi, Komunisme menuju sistem Islam Rahmatan Lil Alamin., dengan Khilafah Islamiyah sebagai ajaran Islam yang sudah disepakati oleh Ulama Ahlussunnah wal Jamaa’ah.

5. Sudah saatnya kaum muslimin wa bil khusus min ahlil quwwah dari umat ini memberikan dukungan dan bergabung dengan Ulama, berjuang bersama-sama untuk menegakkan kembali kehidupan Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah dengan memulai kehidupan Islam kembali (isti’naf al hayah al Islamiyyah).

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …