Tausiyyah Ulama pada Multaqa Ulama Aswaja Jatim, Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta: Tolak Kapitalisme, Komunisme, Terapkan Islam Kaffah

Jawa Timur, (Shautululama) — Ahad, 9 Agustus 2020 Ulama Aswaja Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY menyelenggarakan multaqa ulama secara daring, yang diikuti oleh ulama, habaib, kyai pengasuh pondok pesantren, pengasuh majlis taklim di ketiga propinsi ini.
Multaqa yang disiarkan secara langsung ini bertajuk “Menatap Masa Depan, Tinggalkan Kapitalisme, Komunisme Menuju Islam”.

Informasi yang diperoleh redaksi shautululama, bahwa kegiatan Multaqa Ulama Aswaja Jatim, Jateng, DIY merupakan bentuk pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab syar’i, serta kepedulian para ulama terhadap problem multidimensi yang mendera negeri ini, bangsa ini, serta dinamika sosial-politik di negeri kita.

Kewajiban, tanggung jawab ulama sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Ali Imran ayat 104 adalah menyeru kepada al khair dan memerintahkan yang ma’ruf dan melarang yang munkar.

Mengajak kepada al khair, kebaikan, dijelaskan Al Imam Al Hafidz As Suyuthi Al Asy’ari Asy-Syafi’i, dalam tafsirnya, Tafsir Jalalain, tafsir yang sangat familiar di kalangan pondok pesantren, dengan menyeru kepada islam.

Alhasil, tugas dan kewajiban para ulama yang Allah SWT bebankan di pundak mereka -hafidzahumullah- adalah menyeru kepada Islam, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang perbuatan-perbuatan munkar.

Pandemi covid-19 yang melanda dunia terjadi akibat ketidakjujuran dan ketidakterusterangan rezim Komunis China serta konspirasi rezim Komunis China dengan WHO. Alhasil, epidemi covid-19 yang seharusnya bisa diatasi dari dini dan bisa dilokalisir, berubah menjadi pandemi yang melanda seluruh dunia, termasuk negeri kita.

Indonesia, negeri kita tercinta ini, merupakan salah satu negara yang sangat terlambat dalam merespon, mensikapi dan mengantisipasi pandemi ini. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara yang mencatat rekor tertinggi angka kematian dokter, dokter umum maupun dokter spesialis, di dunia.

Di tengah karut-matur penanganan pandemic covid-19, alih-alih pemerintah menunjukkan kesungguhan dan totalitas penanganan pandemi covid-19, justru yang terjadi adalah eksekutif dan legislatif, pemerintah dan DPR, malah mencoba mengalihkan perhatian publik dengan RUU HIP yang kemudian bermetamorphose menjadi RUU BPIP.

Pemerintah dan DPR RI masa bodoh serta menutup mata dan telinga terhadap aspirasi rakyat. Protes yang dilakukan oleh semua ormas dan elemen masyarakat; MUI, NU, Muhammadiyah, Pemuda Pancasila dll yang menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), yang dirubah (tanpa prosedur hukum dan undang-undang)– menjadi RUU BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) tidak didengar

Kengototan Pemerintah dan DPR tersebut menunjukkan bukti yang kuat bahwa mereka bekerja bukan untuk rakyat, tapi untuk asing dan aseng, –terutama komunis China, sebagaimana Omnibuslaw. Di samping itu menunjukkan juga bahwa mereka memusuhi Islam dan pejuang Islam, dengan berusaha untuk terus mengkriminalisasi Khilafah, padahal para Ulama telah ittifaq (sepakat) Khilafah merupakan ajaran Islam ahlus sunnah wal jamaah.

Sebagai bentuk tanggung jawab serta kewajiban syar’I, dan merupakan bentuk “memerintahkan yang makruf dan melarang perbuatan-perbuatan munkar, dalam multaqa tersebut para ulama menyampaikan tausiyyahnya antara lain sebagai berikut,

  1. 1.Menolak RUU HIP yang bermertamorfose menjadi RUU BPIP, karena akan menghilangkan peran agama (Islam) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; serta memberi ruang untuk bangkit dan berkuasanya komunisme di Indonesia
  2. Mengajak seluruh elemen masyarakat –terutama umat Islam– untuk menolak Kapitalisme, Komunisme yang tidak menghasilkan apapun kecuali rezim yang lebih mengutamakan kepentingan asing dan aseng dan hanya menyengsarakan dan menistakan rakyatnya sendiri,
  3. Mengajak seluruh elemen umat Islam untuk berjuang di bawah komando para ulama, habaib, dan kyai untuk menegakkan Khilafah Islamiyah, sebagai ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah sebagai ganti sistem kapitalisme, komunisme yang gagal,
  4. Menyeru kepada TNI untuk mengambil langkah-langkah penyelamatan terhadap agama, rakyat, kedaulatan negeri dari makar kelompok komunis, serta berjuang bersama Ulama, Habaib, Kyai dan umat Islam untuk menegakkan Khilafah Islamiyah yang akan menyelamatkan negeri dari dominasi asing dan aseng.

Multaqa Ulama Aswaja Jatim, Jateng dan DIY yang disiarkan secara langsung ini disaksikan ribuan orang baik dari dalam negeri maupun luar negeri dengan penuh semangat.

 

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Ulama Aswaja Palu Sulteng, Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Melegalkan Seks Bebas

Palu, Sulteng (Shautululama) – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permen Dikbudristek) Nomor 30 Tahun …