PERNYATAAN IJTIMA ULAMA DAN ASAATIDZ FORUM MAJELIS MUDZAKARAH ULAMA DAN ASAATIDZ KOTA DAN KABUPATEN BEKASI 

0
437

PERNYATAAN IJTIMA ULAMA DAN ASAATIDZ FORUM MAJELIS MUDZAKARAH ULAMA DAN ASAATIDZ KOTA DAN KABUPATEN BEKASI 

“KHILAFAH AJARAN ISLAM – BUKAN AJARAN TERORISME”

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalaamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Menyikapi kejadian pengeboman tempat ibadah dan tempat lainnya di Jawa Timur, Forum  Majelis  Mudzakarah  Ulama  dan  Asaatidz  menyelenggarakan  Ijtima’  Ulama  di Majelis Taklim Bait Al Khoir, Kota Bekasi.

Memperhatikan  dengan seksama:

1. Kewajiban untuk menjaga persatuan antar elemen umat islam. Allah SWT berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 10:

تُرْحَمُونَلَعَلَّكُمْاللَّهَوَاتَّقُواأَخَوَيْكُمْبَيْنَفَأَصْلِحُواإِخْوَةٌالْمُؤْمِنُونَإِنَّمَا

Orang-orang  yang   beriman  itu  sesungguhnya  bersaudara.  Sebab  itu  damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat [QS. Al-Hujurat:10]

  1. Larangan membunuh tanpak hak.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Maidah ayat 32:

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS. Al Maidah: 32)

  1. Khilafah Ajaran Islam

Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً…

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh Aku akan menjadikan di muka bumi khalifah…” (TQS al-Baqarah [2]: 30).

Saat menafsirkan ayat di atas, Imam al-Qurthubi menyatakan bahwa wajib atas kaum Muslim untuk mengangkat seorang imam atau khalifah. Ia lalu menegaskan, “Tidak ada perbedaan pendapat mengenai kewajiban (mengangkat khalifah) tersebut di kalangan umat dan para imam mazhab; kecuali pendapat yang diriwayatkan dari al-‘Asham (yang tuli terhadap syariah, red.) dan siapa saja yang berpendapat dengan pendapatnya serta mengikuti pendapat dan mazhabnya.” (Al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân, 1/264).

Setelah  mengkaji  berdasarkan  pada  poin-poin  diatas,  maka  kami  Para  Ulama  yang tergabung dalam Forum Mudzakarah Ulama dan Assatidz Bekasi menyatakan:

  1. Mengutuk dengan keras pelaku bom bunuh diri itu sebagai tindakan keji yang bertentangan dengan ajaran Islam.
  2. Menyerukan kepada pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas siapa pelaku dan apa motivasinya, termasuk siapa otak di balik tindakan keji itu. Hanya dengan cara itu, spekulasi berkaitan dengan peristiwa bom itu bisa segera diakhiri.
  3. Menolak mengkaitkan peristiwa itu dengan kepentingan untuk segera melakukan pengesahan RUU Terorisme. Sebab, cukup banyak pasal-pasal dalam RUU tersebut sangat potensial akan menimbulkan kemudharatan bagi rakyat, khususnya umat Islam, sebagaimana pernah terjadi di masa lalu. Juga menolak usaha mengaitkan peristiwa itu dengan organisasi atau kelompok dakwah yang ada. Jangan sampai peristiwa ini dijadikan sebagai alat untuk terjadinya represi atau kedzaliman baru.
  4. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk tetap teguh, sabar dan istiqamah dalam perjuangan menegakkan syariah dan khilafah dengan cara atau metode yang benar sebagaimana dicontohkan oleh Baginda Rasulullah SAW. Tidak gentar terhadap setiap tantangan, hambatan dan ancaman hingga cita-cita mulia itu benar-benar tegak.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu‘anha bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah SAW mengucapkan doa ini:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِىَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِى شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِىَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِى شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ

Artinya: “Ya Allah, Barangsiapa yang menjadi pengatur apapun dari perkara umatku, lalu ia menyulitkan mereka, maka sulitkanlah ia dan barangsiapa yang menjadi pengatur apapun dari perkara umatku, lalu ia bersikap lemah lembut dengan mereka maka kasihanilah ia.” [HR. Muslim]

Musuh-musuh Allah dan Rosulullah senantiasa membuat makar, akan tetapi kami tetap meyakini bahwa Allah SWT adalah sebaik-baik pembuat makar.

Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’mannashiir.

Bekasi, 25 Mei 2018

FORUM MUDZAKARAH ULAMA DAN ASAATIDZ BEKASI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here