Pernyataan dan Seruan Ulama Pada Multaqa Ulama Aswaja Gresik Jatim

Gresik, Jatim (shautululama) – di tengah bencana yang silih berganti di negeri ini, baik di darat, laut maupun udara, ditambah dengan terbitnya (PERPRES) tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada terorisme, membuat para ulama di Gresik prihatin.

Tidakkah bencana ini cukup mengingatkan penguasa, janganlah terus memusuhi umat islam, mengkriminalisasi ajaran islam, memusuhi ulama dan para aktivis dakwah Islam. Mengapa umat Islam selalu dijadikan sasaran dari kebijakan pemerintah, bukankah negeri ini bisa eksis atas jasa dan perjuangan umat islam. Memusuhi umat Islam akan menjadikan negeri ini semakin terpuruk dan menderita. Seharusnya umat Islam yang mayoritas di negeri ini dirangkul, agar menjadi rahmad semesta alam.

Padahal yang banyak melakukan korupsi dan berbuat dholim adalah para penguasa sendiri bersama-sama kroni mereka, baik dalam pemerintahan maupun di dalam partai politik. Apakah ini merupakan cara mereka mengalihkan perhatian pada kasus lain?

Mensikapi semua ini, butuh dakwah dari para ulama sebagai bentuk ihtimam terhadap urusan umat. Berangkat dari kondisi di atas di bulan Rajab ini, kembali ulama aswaja Gresik menggelar multaqa secara daling, Ahad 7 Februari 2021 melalui channel Youtube Dakwah Giri.

Adapun tema yang diusung adalah “PERAN STRATEGIS ULAMA CINTA NEGERI, SELAMATKAN UMAT DARI BENCANA MELANDA NEGERI, WASPADA ADU DOMBA UMAT, TOLAK KEDZALIMAN, TERAPKAN ISLAM KAFFAH

Dalam multaqa yang dihadiri perwakilan ulama dari seluruh wilayah Gresik ini disampaikan nasehat dan pernyataan sikap ulama sebagai berikut:

Dengan hanya mengharap ridha Allah SWT, Kami Ulama Aswaja Gresik pada multaqa Rajab 1442H menyampaikan nasehat sebagai berikut:

1). Untuk meninggalkan sekulerisme, prinsip memisahkan agama dari kehidupan (fasluddin anil hayah), sebagai dasar dari sistem kapitalisme-demokrasi-liberal. Sesungguhnya kebebasan (freedom, hurriyah), khususnya kebebasan menentukan nasib sendiri (freedom to self-determination) adalah buah dari demokrasi yang hakikatnya adalah jeratan berbahaya untuk pemisahan wilayah (separatisme) yang senantiasa didukung kekuatan asing, sebagaimana telah terjadi dalam kasus lepasnya Timor Timur tahun 1999 lalu, melalui referendum.

2) Untuk menolak sistem kapitalisme demokrasi sekuler, sistem kufur, haram untuk mengambilnya, menerapkannya, menyebarluaskannya. Sistem kapitalisme demokrasi sekuler telah melahirkan rezim radikal, pemimpin zhalim yang tidak akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat.

3). Khilafah adalah ajaran Islam, ajaran ahlussunnah wal Jamaa’ah, para ulama muktabar sepakat akan wajibnya khilafah. Kriminalisasi, dan persekusi terhadap khilafah adalah kriminalisasi dan persekusi terhadap ajaran Islam. Hal ini merupakan perbuatan terlaknat dunia dan akhirat, serta pelakunya mendapatkan adzab neraka yang menghinakan (QS. Al Ahzab: 57).

4). Menyeru kepada seluruh umat Islam, khususnya para ulama untuk terus menerus berdakwah di jalan Allah, mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya syariat Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

Dalam kesempatan multaqa kali ini kami juga menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1). Dakwah amar makruf nahi Munkar adalah kewajiban setiap muslim.
Kewajiban ulama sebagai wujud kepedulian (ihtimam) terhadap urusan agama dan ummat. Selain juga, merupakan kewajiban ulama memberikan nasehat, melakukan koreksi dan kontrol terhadap penguasa.

2). Ulama sebagai waratsatul anbiya’, adalah orang-orang yang memiliki kecermatan, kecerdasan serta pandangan jauh ke depan. Ulama dengan ilmunya wajib membimbing umat kearah perubahan Islam

3). Wajib hukumnya bagi pemimpin muslim untuk menjaga keutuhan wilayah negerinya, dan haram membiarkan separatisme dan harus menindak tegas para pelaku dan pendukungnya, baik di dalam dan luar negeri.

4). Wajib hukumnya menerapkan syari’at Islam secara kaffah; agar menjadi rahmat semesta alam, menjaga keutuhan wilayah, dengan kepemimpinan yang adil, dan didukung oleh rakyat yang taat.

5). Mengutuk tindak kriminalisasi ulama dan pembunuhan terhadap aktivis dakwah Islam kaffah. Karena itu, haram hukumnya membunuh mukmin tanpa alasan yang haq (syar’i) dan harus diberikan sanksi setimpal sesuai syariah Islam kepada para pelakunya.

Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir

Bumi Para Wali Gresik, Ahad 7 Februari 2021

Multaqa Ulama Aswaja Gresik
Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …