PERINGATI ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW, “RIBUAN UMAT ISLAM BANGKA BELITUNG IKUTI TABLIGH AKBAR DAN MENYATAKAN SIAP TEGAKKAN KHILAFAH”

Pangkalpinang, (shautululama) – Ribuan umat Islam yang berasal dari berbagai kota di Pulau Bangka mengikuti Tabligh Akbar memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1440 H di Masjid Al Fath, Bangka (Ahad, 17/3).

Sejak pagi hari peserta nampak berbondong-bondong datang ke lokasi acara menggunakan berbagai sarana transportasi seperti bis, mobil pribadi maupun sepeda motor. Selain dari warga sekitar, peserta juga datang dari Kota Pangkalpinang, Muntok, Koba, Sungailiat bahkan ada yang dari Toboali. Tak pelak, masjid dengan kapasitas 2000 orang tersebut tidak dapat menampung seluruh peserta yang hadir sehingga sebagian peserta terpaksa duduk di teras Masjid dan Gedung Serba Guna yang berada di sebelah Masjid.

Tampil sebagai pembicara para Tokoh dan Ulama Bangka Belitung, antara lain Ustadz Fakhrun, Ustadz Muhammad Sofyan dan Ustadz Sofiyan Rudianto, serta penyampaian _al kalimah minal Ulama_ dari KH. Ahmad Hijazi Jema’in yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al Islam Bangka dan juga Pengurus MUI Bangka Belitung, dan Ustadz Syahbudin Ahmad Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhajirin Bangka Tengah yang juga Pengurus NU Kabupaten Bangka Tengah.

Ustadz Fakhrun sebagai pembicara pertama mengungkapkan kondisi buruk yang menimpa umat islam saat ini baik di Indonesia maupun di luar negeri. Dengan melihat realita yang terjadi tentu tidak cukup hanya dengan pergantian rezim namun juga harus dilakukan perubahan sistem sebab akar masalahnya bukan saja rezim zalim yang berkuasa akan tetapi adanya penerapan sistem kapitalisme sekuler. Senada dengan Fakhrun, Muhammad Sofyan menyampaikan bahwa pergantian rezim saja tidak cukup untuk menyelesaikan permasalahan umat secara tuntas. Karena masalah sebenarnya ada pada sistem sekuler demokrasi yang diterapkan umat islam saat ini. Solusinya kata Sofyan adalah dengan diterapkannya syariat Islam secara Kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.

Sementara itu, Ustadz Sofiyan Rudianto menjelaskan bahwa Syariat Islam secara Kaffah hanya dapat diterapkan dengan menegakkan Khilafah Islamiyah, sebab hal inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para Sahabat. Khilafah adalah ajaran islam bahkan seluruh Imam madzhab telah sepakat wajibnya mengangkat seorang Khalifah.

“Karenanya kita harus terus berjuang untuk menegakkan khilafah, jangan takut dipenjara apalagi mati, karena kematian itu adalah ajal yang sudah ditentukan. Mau berjuang atau tidak kita akan tetap mati.” Khilafah lah yang akan membebaskan, menyelamatkan dan melindungi Umat dari berbagai kezaliman, tambah Rudianto. “Siap menegakkan khilafah?” Tanya Rudianto kemudian disambut teriakan peserta dan pekikan takbir. Siaaaap….. Allahu akbar.

Tabligh akbar juga dimeriahkan dengan teatrikal liwa rayah dan pembacaan puisi.[]

About Shautul Ulama

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *