Peringatan Maulid Nabi SAW Warga Gabek Pangkalpinang: “Cinta Nabi Cinta Syariat”

Pangkalpinang, (shautululama) – “Sering diantara kita ketika ditanya, siapa Nabimu? Maka pasti kita menjawab Nabi Muhammad SAW. Namun sudah pantas dan layakkah kita diakui oleh Nabi sebagai umatnya? Pertanyaan retoris ini disampaikan oleh Ustad Fakhrun dalam tausiyahnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 di salah satu Masjid di Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang yang dilaksanakan pada Sabtu malam (9/11/19) setelah sholat Isya berjama’ah.

Ustad Fakhrun yang merupakan salah seorang pejuang syariah dan khilafah di Bangka Belitung dalam tausiyahnya juga mengingatkan. Bagaimana mungkin kita layak diakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW sementara kita masih meninggalkan sholat, puasa dan zakat, mempermasalahkan cadar, hingga celana cingkrang?. Bahkan mempermasalahkan khilafah yang merupakan warisan Rasulullah SAW, dengan kebencian kita terhadap simbol islam dan syariat Islam kaffah, bagaimana mungkin kita akan diakui oleh Nabi sebagai umatnya?

Karena itu, mari kita muhasabah dan instrospeksi diri, mari kita renungkan dan tanyakan dalam diri kita, sudahkan kita benar-benar mencintai Nabi SAW? Sudah benarkah cinta kita kepada Rasulullah SAW? Atau jangan-jangan cinta kita adalah cinta palsu yang hanya di mulut saja, tanpa pernah menghujam di dalam hati. Sehingga tidak pernah nampak kecintaan kita kepada Rasulullah dalam amal dan perbuatan kita sehari-hari.

“Mari kita perbaiki cinta kepada Rasulullah SAW dengan memperbanyak sholawat dan mengambil seluruh apa yang diajarkan beliau SAW kepada kita dan meninggalkan seluruh apa yang dilarangnya”, seru Ustad Fakhrun.

Pada peringatan Maulid Nabi yang mengambil tema “Cinta Nabi Cinta Syariah” kali ini, pemaparan materi Ustad Fakhrun mampu menggugah hati dan pikiran sekitar seratus jama’ah, yang hadir dari wilayah Kecamatan Gabek dan sekitarnya.

Di akhir tausiyahnya Ustaad Fakhrun mengajak kepada seluruh jama’ah untuk mengamalkan seluruh ajaran Rasulullah SAW, sebagai bukti cinta kepada Allah dan Rasul SAW, cinta kepada nabi maka wajib mencintai syariatnya.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *