Peringatan Maulid Nabi Saw Banjarmasin: Kami Ingin Khilafah Islamiyyah

Banjarmasin, (shautululama) – “Nahnu, nurid, Khilafah Islamiyah! Nahnu, nurid, khilafah Islamiyah!”, teriak para jamaah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diadakan oleh Forum Silaturrahim Majlis Ta’lim di salah satu masjid besar di Banjarmasin, Sabtu (16/11/19).

Bahkan seruan ini terdengar sekitar radius 500 meter, mengingat lantangnya pengeras suara luar masjid.

Kalimat berbahasa arab tersebut, artinya adalah “Kami, ingin khilafah Islamiyah.”

Meski istilah satu ini marak diopinikan negatif, ternyata tidak menyurutkan semangat kaum muslimin di Banjarmasin, untuk terus menggemakannya.

Apalagi seruan tersebut terus menggelora di Bulan Maulid, momentum lahirnya Rasulullah SAW, karena ternyata, Khilafah Islamiyah adalah sebagai salah satu sunnah Nabi yang belum juga diamalkan umat Islam sedunia sejak runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada tahun 1924.

“Jangan sampai kecintaan kita seperti Abu Lahab, Abu Lahab cinta sekali dengan kelahiran Nabi SAW. Tapi menjadi penentang utama terhadap ajaran syariat sunnah yang dibawa oleh Rasulullah SAW,” ujar Ustaz Humaidi Idris, Pimpinan Majelis Taklim Darul Hikmah, dalam tausiahnya di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

Abu Lahab yang merupakan paman Nabi tersebut, akhirnya hina di dunia, dan terkena laknat di akhirat.

Derita serupa tentunya tidak diinginkan manusia manapun, tapi nyatanya menurut Ustaz Humaidi, kelakuan Abu Lahab telah nampak di masa kini, dengan terjadinya kriminalisasi terhadap ajaran Nabi, parahnya, yang melakukannya adalah kaum muslimin sendiri.

“Hari ini kita melihat ajaran Islam banyak dikriminalisasi. Bendera tauhid itu dikatakan sebagai simbol kekerasan, simbol terorisme, padahal dia adalah ajaran bagian dari sunnah Nabi. Daulah Islam yang dibangun susah payah oleh Rasulullah, yang dilanjutkan dengan kepemimpinan khilafah. Dari khilafah ini akhirnya Islam berkembang sampai ke tanah Banjar,” urai Ustadz Humaidi, sambil mengajak para jamaah, untuk bersama di barisan Ansor (penolong ajaran Nabi), bukan berada di barisan Abu Lahab.

Ya, mendakwahkan ajaran Nabi secara totalitas, termasuk ajaran Nabi tentang bernegara, sering mendapatkan tantangan dari banyak pihak. Sehingga para jamaah diminta terus istiqamah.

“Agama kita tinggi, maka banyak orang yang ingin merendahkannya, tetapi dengan konsisten seperti Nabi dan para sahabat, agama ini pada saatnya akan berhasil, sebagaimana dulu agama kita juga berhasil,” kata Datuk Cendekia Hikmadiraja Kesultanan Banjar, Ahmad Barjie, saat mendapat giliran memberikan tausiah.

Dengan keteguhan ini, Datuk Barjie berharap, kaum Muslimin saat ini bisa berlomba mendakwahkan Islam, guna meraih predikat umat terbaik.

“Mari kita meneruskan misi dakwah beliau, menghidupkan syariah Islam di manapun kita berada” ajaknya.

Menurutnya generasi terdahulu telah meraih predikat khoiru ummah, yaitu umat pada masa kepemimpinan Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin, mulai dari Khalifah Abu Bakar ra., hingga Ali bin Abi Thalib ra. Bahkan sunnah para sahabat ini diminta Rasulullah SAW agar kita mengikutinya.

“Karena Rasul telah menyampaikan dalam hadis beliau, hendaklah kalian ikuti sunnah ku, dan sunnah al-khulafaur rasyidin. Hendaklah kalian berpegang teguh dengannya. Seperti kalian menggigit dengan gigi geraham, dengan sekuat-kuatnya”.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT… Apa itu? Itu adalah yang disebut Nabi sendiri adalah al-khulafa (ajaran khilafah, red) ,” urai Ustaz Hidayatul Akbar, Pimpinan Majelis Taklim Muslimin(at) Handayani Tuntunan Ilahi, sebagai pengisi tausiah terakhir.

Menurutnya Khilafah adalah salah satu warisan dari Rasulullah SAW selain dari Kitabullah, Sunnah Rasulullah dan para ulama. Dilecehkannya Nabi SAW seperti kasus Sukmawati, maraknya kriminalisasi ulama, hingga kekejaman tentara zionis Israel terhadap muslim Palestina akan terus terjadi karena ketiadaan Khilafah.

Acara semakin bergairah, dengan terpasangnya spanduk berlatar gambar bendera hitam besar, bertuliskan kalimat tauhid berwarna putih (ar-royah).

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *