Peringatan Maulid Nabi Saw 1441H, Cinta Nabi, Cinta Syariah, Cinta Khilafah

Sidoarjo, (shautululama) – Forum Silaturrahmi Majelis Dzikir wa Ta’lim Sidoarjo menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Cinta Nabi Cinta Syariah, Islam Kaffah dengan Khilafah”.

Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 23 November 2019 tersebut dibuka dengan Tahlil dan Shalawat Nabi Muhammad SAW yang pandu oleh Majelis Dzikir Nibrasul Qolbi.

Lalu, dilanjutkan sambutan Shohibul bait dan sambutan ‘Forum Silaturrahmi Majelis Dzikir wa Ta’lim’.

Pengasuh Majelis Taklim Islam Kaffah, Ust. Andre Husnari, mengutip perkataan Hitler : “Jika kita ingin mengetahui karakter seseorang, maka berilah dia itu kekuasaan”.
Di hari ini kita saksikan, kekuasaan rezim yang anti Islam, apa yang telah dilakukan ketika bertubi-tubi penghinaan terhadap Islam dan penghinaan kepada Rasulullah SAW, serta kriminalisasi terhadap Ulama?. Yang melakukan penghinaan tidak tersentuh hukum, justru yang membela Islam dan Rasulullah SAW, mendapatkan ketidakadilan. Itulah yang terjadi saat ini, yang menunjukkan tidak berpihak kepada Islam dan kaum Muslimin.

Mewakili Majelis Taklim Rahmatan Lil Alamin, Ust. Muhammad Habib, mengingatkan akan warisan beliau, yaitu al-Quran dan as-Sunnah, sebagaimana yang telah disampaikan dalam sebuah hadits. Keduanya merupakan petunjuk dan sumber hukum syariah dan sistem yang diturunkan oleh Allah SWT. Dialah, Dzat yang berhak disembah dan berhak membuat aturan hukum atas pengaturan kehidupan di dunia ini.

Syariah dan sistem Islam merupakan solusi atas berbagai problematika manusia, membawa kepada kebaikan dan kesejahteraan manusia, karena Islam merupakan rahmatan lil ‘alamin. Sebaliknya aturan dan sistem selainnya akan melahirkan bermacam-macam problem yang dapat merusak tatanan kehidupan dan menghinakan martabat manusia.

Acara inti: Tausyiyah Maulid Nabi Muhammad SAW, oleh al-Mukarrom Kyai Saiduddin, Pengasuh Majelis Taqqorrub Ilallah, Surabaya.

Beliau menyampaikan bukti atau tanda cinta kita kepada Baginda Rasulullah SAW: “Pertama, pujian dan sanjungan kepada Baginda Rasulullah SAW. Kita wajib membalas cinta Nabi, karena beliau sangat mencintai umatnya dan mencintai beliau sebagai garansi kita menuju surga. Kepada orang yang beriman beliau sangat penyantun dan penyayang. Beliau menginginkan umatnya beriman dan selamat dunia akhirat.”

Kedua, taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, dengan memilih syariah Islam sebagai aturan kehidupan yang membawa kepada kebaikan dan rahmat. Bukan memilih sekulerisme dan demokrasi yang menyebabkan kepada keburukan dan kehinaan.”

Dalam momen maulid Nabi ini, kita senantiasa bersholawat, pujian dan sanjungan kepada Rasulullah SAW dan berjuang untuk menjalankan syariah Islam secara sempurna dalam semua lini kehidupan, baik masalah ibadah, akhlak maupun masalah ekonomi, politik, pemerintahan dan lain-lain.

Kita semua menyiapkan diri dan keluarga kita untuk bersama dalam menyongsong kebangkitan Islam dengan menerapkan syariah kaffah dalam naungan khilafah di muka bumi ini.

Acara diakhiri dengan doa dan ramah-tamah. []

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Khilafah yang Dirindukan, Siap Memimpin Dunia

Jakarta, (shautululama) – 3 Maret 1924, institusi pelindung dan pelayan umat Islam itu runtuh, Khilafah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *