Peringatan Isra Mi’raj di Wilayah Bencana Tsunami Banten, “Gaung Khilafah hingga Ujung Kulon”

Ujung Kulon, Banten (shautululama) – Ahad, 17 Maret 2019, bertempat di Masjid Nurul Iman kampung Dayeuh Mangseuh, Desa Kertajaya Kec. Sumur, Relawan Solidaritas Umat Peduli Bencana bersama warga masyarakat setempat menggelar tabligh akbar dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 H dengan tema, “Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW”.

Acara dihadiri oleh jajaran pemerintah desa, tokoh dan warga masyarakat setempat dengan sangat antusias. Hadir sebagai pembicara pada kesempatan itu ialah Ust. Abdul Hakim dari Samarinda dan KH. Haris Iskandar dari Parung, Bogor.

Tepat pukul 13.00 WIB rangkaian kegiatan Tabligh Akbar dimulai, diawali dengan pembacaan Al Fatihah bersama-sama seluruh hadirin dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori’ setempat dengan fasih dan merdu. Dengan khusyuk, di tengah guyuran hujan yang semakin deras jamaah menyimak lantunan ayat-ayat suci Alquran yang ditutup dengan penggalan ayat pertama surah Al Isra’ yang mengabarkan tentang kuasa Allah memperjalankan Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, isra’ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha.

Berikutnya, para tokoh memberikan sambutan-sambutannya. Diawali sambutan dari Ketua Panitia Penyelenggara, Ust.Rahman Hidayat dan dilanjutkan sambutan Kepala Desa Kertajaya, bapak Burhan yang dalam kesempatan tersebut sekaligus memberikan himbauan-himbauan kemasyarakatan.

Sambutan dari kedua tokoh mengapresiasi keberadaan para relawan dari Solidaritas Umat Peduli Bencana yang hingga diselenggarakannya kegiatan ini masih bertahan memberikan pelayanan-pelayanan sosial kemasyarakat kepada warga terdampak bencana tsunami selat sunda.

Hujan mulai mereda, dan ar raya yang terpancang di pagar-pagar masjid mulai berkibar mengikuti hembusan angin setelah sebelumnya kaku mengatup oleh guyuran hujan ketika itulah mubaligh pertama, KH. Haris Iskandar memulai tausiyahnya.

Beliau menjelaskan bahwa mengimani isra’ mi’rajnya nabi Muhammad merupakan harga mati. Selain bahwa momen itu adalah momen turunnya perintah sholat lima waktu, momen itu juga merupakan penobatan bahwa Nabi Muhammad dengan risalah yang dibawanya dimaksudnya untuk memimpin umat manusia, sejak umat para nabi terdahulu hingga masa beliau diutus, ditandai dengan beliau SAW memimpin barisan para nabi sebagai imam sholat berjamaah di Masjidil Aqsha, sejumlah 124.000 nabi berdasarkan suatu riwayat.

Selain peristiwa isra’ mi’raj yang diperingati pada bulan Rajab, umat Islam juga harus ingat bahwa pada bulan Rajab ini terjadi peristiwa besar yang banyak dilupakan umat Islam saat ini, yakni runtuhnya Khilafah Islam terakhir yakni Khilafah Utsmaniyah di Turki oleh agen Inggris keturunan Yahudi, Mustafa Kemal.

Berikutnya, Ustadz Abdul Hakim dari Samarinda berkesempatan menyampaikan tausiyahnya.

Dalam tausiyahnya, Ust. Hakim menyampaikan wasiat yang beliau terima dari gurunya untuk disampaikan kepada umat Islam dimanapun berada. Pertama, hendaklah umat Islam berpegang teguh kepada apa yang telah nabi SAW wariskan kepada kita, yakni Alquran dan Sunnah Nabi SAW, yang dengannya kita tidak adakan pernah tersesat selamanya.

Kedua, tegakkan kepemimpinan Islam sebagaimana yang Nabi dan generasi salafush shalih wariskan, yakni Khilafah, yang dengannya umat Islam memiliki perisai, bersatu dan dapat menerapkan Syariat Islam secara sempurna. Ketiga, jaga dan ikuti para ulama, karena mereka adalah pewaris para nabi. Jangan sia-siakan mereka, jangan perdaya mereka, jangan peralat mereka dan jangan biarkan bahaya mengancam mereka.

Ketiga wasiat yang disampaikan oleh Ust. Abdul Hakim nampaknya cukup dipahami dan disambut dengan rasa penerimaan dari para jamaah, seolah menemkan hal baru ataupun hal yang hilang yang selama ini dicari tapi tidak tahu apa itu. Semakin khidmat lah acara yang diakhiri dengan pembacaan doa oleh Ust. Subhan, tokoh ulama muda setempat. Hingga kegiatan berakhir dan jamaah mulai meninggalkan lokasi acara diiringi guyuran hujan gerimis. (red)

 

About Shautul Ulama

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *