Peringatan Isra dan Mi’raj 1440 H di Bogor “Khilafah adalah Taj al Furudh dan Kholifah adalah Junnah Bagi Kaum Muslimin”

Bogor, (shautululama) Ahad, 10 rajab 1440 H/17 maret 2019. Masjid Al Muttaqin, Indraprasta Bogor, pagi itu dipenuhi oleh jamaah dari seluruh bogor, jamaah menhadiri peringatan isra dan mi’raj Rasulullah Muhammad saw.

Acara dibuka dengan pemcaan kalam ilahi yang dibacakan oleh shohibul fadhilah almukarram buya muda Faturahman mudir ma’had inqilabi.

Selanjutnya shohibul fadhilah al mukarram Ust. H. Anas Nasrullah selaku tuan rumah, beliau adalah pimpinan Majlis Ikhwanur Rasul, menyampaikan sambutannya, Mengucapkan selamat datang dan terimakasih atas kehadiran jamaah. Menyampaikan keutamaan bulan rajab, dimana peristiwa isra dan mi’raj adalah salah satu peristiwa besar dan penting dalam sejarah islam sekaligus menandai dan mengabarkan pada rasul saw bahwa beliau adalah rasul untuk seluruh ummat, selain setelah itu beliau mendapat pertolongan melalui suku aus dan khajraj mereka menjadi Anshar bagi da’wah beliau. Yang kemudian ummat menjadi kuat dan setelah rasul saw wafat diteruskan oleh para khulafaur rasyidin.

Beliau juga memaparkan tujuan diadakan peringatan isra mi’raj adalah untuk mengembalikann umat kepada syariat Alloh swt dan mengikuti perjuangan rasul saw, serta mewarisi warisan rasul saw dan sahabat yakni khilafah ala minhajin nubuwwah, yang dengan ketiadaannya umat islam berada pada kondisi terpuruk seperti sekarang ini.

Beliau juga menambahkan peringatan ini adalah untuk mengingatkan kita tentang kewajiban menegakkan khilafah, dimana khilafah adalah taj al-furudh.

Diakhir beliau berharap agar upaya ini bisa memberikan pemahaman yang benar tentang Islam dan ucapan terimakasih serta permintaan maaf bila ada yang kurang dalam riayah.

Selanjutnya shohibul fadhilah almukarram KH. Amiruddin, selaku pimpinan majlis Khoiru Ummah mengutip annnur 55 dan hadist rasul saw yang menyampaikan bahwa imam adalah junnah (pelindung), sehingga ketika umat ini tidak terlindungi seperti inilah kondisi yang ada.

Beliau menyampaikan kondisi kaum muslimin, secara realitas terhina dan tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya dimiliki oleh kaum muslimin. Beliau memberi contoh palestina yang merupakan kota yang tercantum dalam surat al isra ayat 1, hari ini dalam cengkeraman Yahudi laknatullah alaihi. Termasuk juga terjadi di Negara-negara lain seperti Uighur, rohingya dll, termasuk peristiwqa penembakan di new Zealand.
Tidak lain karena kaum muslimin tidak memiliki pelindung yaitu pemimpin.

Beliau menyampaikan dalam surat an-Nur 55, Alloh berjanji kepada umat Islam, yang beriman dan beramal sholih akan adanya khilafah ala minhajin nubuwwah. Dalam ayat itu umat islam akan di kuatkan dan dikokohkan, aman serta dijaga dipelihara. Dan akan digantikan keadaan mereka dengan kondisi dari khouf menjadi aman. Insya Alloh khilafah ala minhajin nubuwwah akan tegak segera.

Selain itu beliau menyampaikan keterpurukan umat yang lain dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial, politik dan semua hal tersebut menunjukkan kemuduran yang sangat besar.

Rasulullah saw mengibaratkan amirul mu’minin adalah junnah pelindung. Maka tidak ada yang bisa menyelamatkan kondisi ini kecuali dengan adanya kholifah yang akan memimpin ummat. Terakhir beliau menyampaikan, ketika Khilafah tegak yang akan menjadi bukti Islam rahmatan lil alamiin.

Selanjutnya shohibul fadhilah al mukarram KH. Harun Ar Rasyid, pimpinan Majlis Ta’lim IKhwan Kaffah,  mengutip hadis Rasulullah Saw tekhulafaur rasyidinal mahdiyyin. Mengutip ayat albaqoroh tentang kaffah.
Ketika Islam berjaya ketika seorang wanita dilecehkan, tidak sampai dibunuh maka kholifah segera menyerang dan menghancurkan musuh-musuh Islam.

Sekarang bukan hanya di lecehkan tapi juga dibunuh dan tidak ada seorang pun pemimpin yang membela, ini semua karena tidak ada nya kepemimpinan atas kaum muslimin.

Beliau menyampaikan bahwa sejak lahir sudah bersaksi bahwa Tuhannya adalah Alloh swt. Maka system yang bisa mensejahterakan dan membuat manusia baik adalah Islam.

Sebagai wujud keimanan kepada Allah. (red)

About Shautul Ulama

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *