Penghapusan Materi Khilafah dan Jihad adalah Upaya Kafir Penjajah dan Anteknya Untuk Hambat Kebangkitan Islam

Pamekasan, Madura, (shautululama) –  “Mengapa materi pelajaran sekolah terkait #Khilafah dan #Jihad yang merupakan ajaran Islam, dihapus? Karena dua hal tersebut sangat ditakuti Barat yang saat ini mencengkeram dan mengeruk serta menikmati berbagai sumber daya alam (SDA) yang berlimpah di negeri-negeri Muslim. Dengan pemahaman yang baik akan keduanya, yakni khilafah dan jihad, kaum muslimin yang dilabeli khairu ummah (ummat terbaik), pasti menuntut perubahan dan mengakhiri dominasi Barat. Nah, untuk menghambat, bahkan menghentikan laju perubahan tersebut, Barat membuat narasi perang melawan radikalisme, termasuk menghapus materi khilafah dan jihad dari pelajaran sekolah”,  tegas Ustad Ir. Ismail Yusanto, MM, tokoh dan ulama nasional, pada acara Islamic Lawyer Forum (ILF) #4 Pamekasan Madura, Jumat, 13 Desember 2019.

Nampak hadir pada acara diskusi ILF ini ulama Madura antara lain: Kyai Nuruddin, Pengasuh MT Ar Royyan Sumenep, Kyai Luqman Haris, Pengasuh Majlis Dzikir wal Irsyad Bumi Sholawat Sumenep, Kyai Rosyidi Haris, Pengasuh MT Sabilal Muhtadin Sumenep, KH Abah Danniji, Pengasuh MTI Sumenep, Ustadz Luqman Hakim, Mubaligh Sumenep, Kyai Fauzi Rofi’i MT Al Ihsan Sumenep, KH Ali Fadhil PP At Taufiq Pamekasan, KH Amin Zaini Pamekasan, KH Ibnul Hajjaj PP At Tanwir Sampang.

Sebelumnya, Ustad Ismail menjelaskan secara detail bagaimana alur perubahan pada individu, masyarakat dan negara yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di negeri ini. Beliau menegaskan, “Pintu kebangkitan ummat adalah pemikiran/pemahaman. Dan pemikiran/pemahaman terbentuk dari persepsi. Sedangkan persepsi terbentuk dari informasi. Jika umat Islam kembali menyadari bahwa #Khilafah bagian dari ajaran Islam, dan aktivitas jihad lah yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyebaran Islam ke penjuru dunia untuk memerdekakan manusia dan menghentikan penjajahan dan penindasan, pasti mereka menginginkan keduanya hadir kembali di kehidupan mereka sebagai bentuk amal sholih untuk menggenapi iman mereka. Menyadari akan hal ini maka Barat baik melakukannya sendiri atau melalui kaki tangannya, melakukan upaya untuk menghentikan berbagai upaya yang mengarah kepada peningkatan taraf berpikir ummat. Barat juga ngga segan untuk mengintimidasi, mengelinasi (mengasingkan), menangkap dan memenjara, bahkan membunuh para pejuang syariah.”

Di awal beliau memaparkan di hadapan ratusan pengacara, ulama dan tokoh umat se-Madura Raya, dengan melontarkan pernyataan yang cukup menggelitik. Beliau sampaikan, “Mestinya perjuangan penegakan syariat Islam kaffah di negeri ini ngga sulit. Lha wong mayoritas penduduk negeri ini adalah pemeluk agama Islam. Juga para pejabatnya mayoritas juga muslim, mulai dari Presidennya, Ketua MPR-nya, Ketua DPR-nya, Ketua DPD-nya dan pejabat tinggi yang duduk di pos-pos strategis lainnya. Lalu, mengapa justru yang terjadi perjuangan tersebut terasa sulit?”

Lanjut beliau, jawaban, “Hal itu disebabkan karena dua faktor, yakni faktor internal dan eksternal dari ummat Islam. Secara internal, ada Muslim yang tidak ingin menjadi seorang muslim yang sesungguhnya (The Truly Of Muslim). Adapun secara eksternal, memang ada upaya Barat yang terstruktur dan massif untuk menjadikan umat Islam memiliki pola pikir dan pola sikap berbeda dengan ajaran Islam yang diwariskan Nabi (dan Sahabat).”

Beliau juga menambahkan, “Upaya Barat tersebut cukup berhasil. Maka hari ini kita bisa mudah melihat sebagian umat Islam yang justru takut dengan #Khilafah dan #Jihad yang menjadi bagian ajaran Islam. Di saat yang sama, sebagian umat Islam justru mengambil cara berpikir dan gaya hidup Barat dalam kehidupan mereka. Orang Islam takut dengan ajaran Islam. Kalau Bahasa kekiniannya, umat Islam ikut-ikutan terjangkit Islamophobia.”

Terakhir, beliau mengingatkan dan mengajak peserta yang hadir dalam Islamic Lawyer Forum (ILF) #4 Pamekasan Madura untuk terus konsisten dalam memegang ‘bara api’ Islam.

“Apapun yang terjadi, semoga kita semua istiqomah dalam perjuangan penegakan syariah Islam Kaffah, sampai kemenangan itu datang atau ajal menjemput kita. Mungkin #Khilafah belum tegak di masa kita. Kita juga tak sempat menyaksikan detik-detik tegaknya #Khilafah. Namun, yakinlah bahwa Allah pasti mencatat kita sebagai pejuang syariat-Nya”, tutup beliau. Hadirin pun dengan kompak menjawab, “Aamiin”

(AA)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *