Pengacara Kyai Heru Ilyasa: Vonis Hakim Sumir, Tidak Memenuhi Rasa Keadilan

Mojokerto, (shautululama) – Hari ini, 30 Oktober 2019, KH. Heru Ilyasa menghadapi persidangan di PN Mojokerto dengan agenda pembacaan putusan atau vonis oleh majelis hakim. Seperti diketahui Kyai Heru Ilyasa didakwa melanggar pasal 45 (2) Jo pasal 28 ayat 2 UU No. 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No. 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektroni. Atas dakwaan tersebut UHE dituntut dengan hukuman 3 bulan dipotong masa tahanan.

Tepat pukul 10.11 WIB Hakim Ketua membuka sidang. Setelah membacakan pertimbangan-pertimbangan akhirnya tepat pukul 11.00 WIB Hakim Ketua membacakan putusan dengan vonis 3 bulan penjara dipotong masa tahanan terhadap Kyai Heru Ilyasa. Vonis ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Atas putusan tersebut baik Kuasa Hukum Kyai Heru Ilyasa maupun Jaksa sama-sama menyatakan pikir-pikir.

Sejenak selepas sidang ditutup, masih di dalam gedung PN Mojokerto Tim Kuasa Hukum Kyai Heru Ilyasa dari LBH Pelita Umat memberikan keterangan pers di hadapan awak media dan para pendukung Kyai Heru Ilyasa dari kalangan ulama dan santri. Diwakili Budihardjo, S.H.I mereka menyatakan kecewa atas vonis bersalah atas kliennya, Kyai Heru Ilyasa. Dengan alasan bahwa apa yang dilakukan oleh Kyai Heru Ilyasa adalah semata-mata dakwah yang tidak mengandung unsur tindak pidana apapun.

Sementara M. Nur Rachmat, SH menambahkan keganjilan atas keputusan hakim karena menjadikan keterangan saksi ahli dari pihak pelapor yang bahkan tidak pernah hadir di persidangan. “Sehingga patut disesalkan karena hal itu tidak memenuhi rasa keadilan bagi klien kami yang pledoinya dikesampingkan begitu saja oleh Majelis Hakim dan justru menggunakan keterangan saksi yang tidak pernah hadir di persidangan?” tegasnya. (Sam)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *