Penerimaan Masyarakat Terhadap Khilafah Semakin Masif

0
381

Depok, (shautululama) – “Ulama tidak boleh sembunyikan ilmu, wajib jelaskan tentang Khilafah,” tegas Kyai Dede Wahyudin. Kenapa? “Karena dalam rencana sertifikasi dai, dilarang mendakwahkan Khilafah. Jadi seolah-olah Khilafah itu sesuatu yang berbahaya dan merusak. Padahal Khilafah itu kan ajaran Islam,” terangnya.

Penegasan itu beliau sampaikan dalam forum Multaqa Ulama Ahlussunnah wal Jamaah Kota Depok yang digelar secara online pada Sabtu, 19 September 2020.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Dalam pengantarnya selaku penggagas Multaqa Ulama Aswaja Kota Depok, Kyai Dede menyebutkan bahwa acara ini sebagai wujud kepedulian ulama terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Karena ulama memang harus tampil di garda terdepan menjalankan kewajiban amar makruf nahi munkar, khususnya aktivitas muhasabah lil hukkam atau mengoreksi penguasa.

Ulama tidak boleh diam dan harus mengungkapkan besarnya kemaksiatan para penguasa jika menjalankan hukum yang melanggar syariat.

Kewajiban ulama menjelaskan soal Khilafah saat ini bahkan semakin mendesak karena dakwah Khilafah kian mendapatkan penerimaan yang luas di tengah masyarakat dari segala macam kalangan. Mulai dari para ulama, akademisi, pengusaha, mahasiswa, buruh hingga rakyat kebanyakan.

Sayangnya, di tengah gencarnya dakwah Khilafah dan makin masifnya penerimaan masyarakat terhadap sistem Khilafah, muncul wacana sertifikasi dai yang pertamakali digulirkan Desember tahun lalu oleh Wapres.

Rencana ini sontak menyulut kegaduhan di tengah umat. Sejumlah pengamat menduga bahwa isu sertifikasi dai ini bisa jadi untuk menutupi ketiakbecusan penguasa menangani pandemi Covid-19 serta adanya ancaman resesi ekonomi.

Mencermati hal tersebut, Kyai Dede menilai kondisi krisis saat ini bukan lagi sekedar persoalan teknis, tetapi sudah sistemik paradigmatik. Artinya ada kesalahan yang bersifat sistemik sekaligus paradigmatik dalam menyelesaikan persoalan ini, yaitu penerapan solusi ala sistem sekuler kapitalisme yang justru jadi biang krisis multidimensi di negeri ini.

Karena itu, beliau mengajak para alim ulama agar secara berani dan terbuka menjelaskan kepada umat, solusi yang benar lagi syari yang tidak lain adalah penerapan syariat Islam secara kafah dalam naungan Khilafah.