Pelajaran Dari Penaklukan Konstantinopel, Khilafah Pasti Akan Tegak dengan Izin Allah

Sidoarjo, Jatim (Shautululama) – Tabligh Tarikh “Peringatan Penaklukan Konstantinopel” diselenggarakan oleh Majelis Taklim Darul Ilmi wa Tsaqofiy, Sidoarjo. Acara berlangsung meriah, lebih dari 400 jamaah bapak-bapak, ibu-ibu, remaja dan anak-anak hadir memenuhi tempat acara.

Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Sambutan oleh KH. Abdul Aziz S.Ag., M.Ag. Beliau menyampaikan salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad : “Sesungguhnya akan dibuka kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perangnya.”

Menurut beliau umat Islam seharusnya mengambil pelajaran dari kisah besar penaklukan Konstantinopel dan kedepannya, umat Islam mampu menyambut bisyarah nabi yang lain.

Kemudian Ustadz Adi Sulastono, menyampaikan pidato dari Hizbut Tahrir tentang Peringatan Penaklukan Konstantinopel. Dalam pidato disampaikan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan kabar gembira kepada kaum muslimin tentang penaklukan konstantinopel, kembalinya khilafah ‘ala minhaji an nubuwah, penaklukan Kota Roma dan perang terhadap Yahudi serta kekalahan mereka secara telak.

Tausiyah pertama, Kyai Nasruddin Fakih menyampaikan bahwa basyroh atau kabar gembira dari Rasulullah SAW pasti akan terwujud. Umat Islam wajib menyambutnya dengan penuh sukacita dengan cara menjadi bagian dari perjuangan amar makruf nahi munkar dari basyroh Rasulullah SAW tersebut.

Tausiyah kedua, Ustadz Andre Husnari menyampaikan runtutan sejarah penaklukan Konstantinopel oleh seorang pemuda yang masih berumur 21 tahun yang bernama  Muhammad al-Fatih, seorang pemuda yang memang disiapkan oleh para sultan dan ulama pada waktu itu untuk menjemput basyirah Rasulullah SAW tentang takluknya kota konstantinopel.

Tausiyah ketiga, KH. Muhajir Adib, menyampaikan pesan penting dari acara tersebut yakni hendaklah umat Islam di negeri ini mengambil contoh dari kejadian besar penaklukan Konstantinopel. Penaklukan Konstantinopel tidaklah instan tapi butuh waktu dan usaha yang terus menerus yang harus dilakukan. Sebagaimana basyirah Rasulullah tentang kembalinya khilafah ‘ala minhaji an nubuwah juga butuh waktu dan usaha yang keras untuk menyambutnya.

Acara diakhiri dengan doa dan foto bersama. (EP)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *