PEJUANG KHILAFAH TAKKAN TERJEBAK TIPU MUSLIHAT DEMOKRASI

[Ngopi bareng Darrunahdlah]

Bandar Lampung, (shautululama) – Majelis Ta’lim Annahdlah menggelar acara “Ngobrol Pemikiran Islam (Ngopi), Amalkan Syariat Islam Kaffah” yang bertajuk “Lemah Lembut Terhadap Sesama Muslim dan Keras Terhadap Orang Kafir Adalah Karakter Seorang Muslim Sejati” dilaksanakan pada pukul 20.30 bertempat di Markaz Annahdlah – Bandar lampung, Jum’at (20/9/2019).

“Tipu muslihat, saat kita dipaksa untuk tunduk pada sistem kufur dan dihipnotis seakan kita butuh sistem demokrasi, padahal tidak ! demokrasilah yang butuh manusia, demokrasilah yang merengek agar terus dipercaya oleh kita, jika kita sadar demokrasi hanya khayalan, maka saat itu juga demokrasi hancur”, buka Kyai Bustomi Al-Jawy mengawali acara ngopi kali ini.

Gejolak ummat menginginkan kebangkitan sudah mulai berada di puncak, mereka sudah muak dengan adegan dramatis si kemeja putih, celana panjang hitam, dan sepatu kotornya menatap sedih hutan yang terbakar.

“Permak media, ya hanya itulah harapan rezim boneka ini agar terus bertahan, para cukong-cukong kapitalis yang menggerakkan para boneka ini sangat sadar, halangan mereka adalah Islam, karena jika Islam diterapkan dalam bernegara, habis mereka“, tegas Kyai Bustomi.

Para boneka ini sudah mulai ditekan oleh majikannya, sehingga mereka berlomba-lomba untuk menghabisi para pejuang Islam yang menyadarkan ummat tentang busuknya sistem demokrasi serta koruptifnya mereka yang berada dalam lingkaran kekuasaan.

“Lihatlah si Wira itu, boneka satu ini setelah “berhasil” membubarkan organisasi yang lantang menyuarakan Khilafah, lantas mau membungkam dakwah Khilafah yang disuarakan oleh individu-individu, luar biasa bodohnya boneka ini”, ujar beliau.

Kemudian beliau melanjutkan bahwa menjelang kemenangan Islam dan kaum muslimin, pasti akan semakin jelas mana musuh mana teman, mana yang istiqomah dalam perjuangan dan mana yang istiqomah menjilat penguasa.

“Para penjilat ini cirinya adalah keras terhadap sesama muslim dan lemah lembut terhadap kaum kafir, mereka bukan muslim yang sejati”, tegas beliau.

Kemudian beliau menegaskan bahwa para penjilat ini tidak perlu terlalu ditanggapi, sekedarnya saja, karena perlahan Allah membuka tabir mereka dan ummat sudah sadar, ternyata para pemberangus dakwah penegakkan kembali Khilafah itu adalah para kriminal.

“Sebagai muslim yang sejati, kita harus tetap fokus menyadarkan ummat tentang pentingnya Khilafah dan bahayanya demokrasi walaupun pisau rezim ini semakin tajam untuk menggores leher kita”, kata beliau mengakhiri sesi ini.

Pembacaan doa oleh Mang Erwan menandakan acara Ngopi ini telah berakhir yang kemudian para jama’ah melanjutkan menikmati kopi yang telah tersedia dan foto bersama. [rr]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *