Para Ulama Mengerti bahwa Menerapkan Islam Perlu Kekuasaan, Perlu Khilafah

Purwakarta, (shautululama) – “Ulama adalah orang yang diwarisi oleh Rasul saw untuk menerapkan dan menjaga Islam. Ulama yang paling mengerti agama Islam. Tugas utama ulama adalah menyampaikan dan menerapkan hukum hukum Islam”. Demikian yang disampaikan oleh Kyai Roni Ruslan, Pengasuh Ponpes Darussalam Purwakarta pada kalimah minal ulama yang ke-2 dalam Multaqa Ulama Aswaja Wilayah Purwakarta-Karawang pada Ahad, 17 Januari 2021.

Lanjut beliau, Ulama adalah orang yang diwarisi oleh Rasul Saw untuk menerapkan dan menjaga Islam. Ulama yang paling mengerti agama Islam. Tugas utama ulama adalah menyampaikan dan menerapkan hukum hukum Islam.

Ulama mengerti bahwa untuk menerapkan Islam memerlukan kekuasaan. Kekuasaan yang dimaksud adalah khilafah Islamiyah sebagaimana banyak disebutkan di dalam hadist nabi Saw. Kitab fiqih para ulama dan dalam khazanah keilmuan Islam.

Tentang khilafah ini para ulama telah sepakat tentang kewajiban menegakkannya. Para sahabat r.a telah bersepakat mengakhirkan penguburan jasad yang mulia Nabi Muhammad Saw selama tiga hari dua malam dan mengutamakan memilih khalifah terlebih dahulu.

Sekretaris Rasululloh SAW, Hanzhalah al Kaatib r.a berkata:
عجبت لما يخوض الناس فيه … يرومون الخلافة أن تزولا
ولو زالت لزال الخير عنهم … ولاقوا بعدها ذلا ذليلاً
وكانوا كاليهود أو كالنصارى … سواء كلهم ضلوا السبيلا

Saya heran dengan apa yang diperbincangkan orang-orang. Mereka menghendaki khilafah itu lenyap. Andaikata khilafah itu lenyap maka akan lenyaplah kebaikan pada mereka. Dan setelah itu mereka akan bertemu kehinaan demi kehinaan. (Mukhtashor Tarikh Dimasqi Libni Asiir)

Sedangkan para ulama ahlussunnah wal jamaah juga telah bersepakat tentang wajibnya mewujudkan khilafah ini. Imam Nawawi berkata:

الفصل الثاني في وجوب الامامة و بيان طرقها لا بد للأمة من إمام يقيم الدين و ينصر السنة و ينتصف للمظلومين و يستوفي الحقوق و يضعها مواضعها. قلت تولى الإمامة فرض كفاية (روضة الطالبين و عمدة المفتين الجزء 3 الصفحة 433)

Ketiadaan khilafah berarti tidak adanya pelaksanaan hukum-hukum Islam yang Allah SWT wajibkan atas kita.

Tidak adanya penerapan hukum Islam adalah dosa dan maksiat. Dosa dan maksiat akan mengakibatkan berbagai krisis dan kegoncangan. Sebagaimana Allah firman di dalam Al Quran surah Ar rum ayat 41 “telah Nampak kerusakan….

Oleh karenanya, tanggungjawab terbesar para alim ulama, asatidz, ajengan dan para guru hari ini adalah menegakkan kembali khilafah Islamiyah yang kedua, agar hukum-hukum Islam bisa kembali diberlakukan secara total sempurna. Rahmatan lil ‘alamiin benar-benar dapat dirasakan oleh umat Islam khususnya dan umat manusia umumnya.

Langkah praktis yang dilakukan oleh ulama hari ini adalah
1. Membina kesadaran politik umat Islam agar mau diatur dengan hokum Islam dalam bernegara dan menggerakkan umat kearah perubahan yang didasarkan pada Islam. menjadikan Islam sebagai satu satunya solusi.
2. Menasehati para penguasa, para pemimpin, para tentara dan polisinya agar mau menerapkan hukum Islam secara kaffah dan membuang jauh-jauh sistem demokrasi yang telah terbukti secara aqliy dan naqliy bertentangan dengan akidah dan hukum syariah Islam. Demokrasi yang lahir dari akidah sekulerisme, mengangung-agungkan kebebasan dan liberalisme telah terbukti menjadi sumber utama berbagai persoalan yang menimpa umat Islam.
3.Telah saatnya para alim, asatidz, ajengan, para guru mendukung dan bergabung bersama gerakan jamaah yang konsisten berjuang mengembalikan hukum-hukum Islam pada penerapannya dengan wujudnya khilafah Islamiyah ‘ala minhajinnubuwwah.

Di akhir kalimah, Kyai Roni Ruslan menyampaikan hadist mulia Nabi Muhammad Saw

هذا حديث عظيم رواه مسلم في الصحيح من حديث تميم الداري وله شواهد عند غير مسلم، يقول ﷺ: الدين النصيحة قلنا: لمن يا رسول الله؟ قال: لله ولكتابه
ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم

Ini adalah hadits agung yang diriwayatkan oleh Muslim di al-Sahih dari hadits Tamim al-Dari, dan itu dibuktikan oleh non-Muslim. Dia berkata: Agama adalah nasihat. Para sahabat bertanya “Untuk siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjaab: Untuk Allah, Kitab-Nya
Dan RasulNya dan para pemimpin kaum Muslim dan rakyat jelata mereka.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Pernyataan Sikap Multaqa Ulama Bandung, Tolak Permendibudristek No. 30 Tahun 2021, Ganti Dengan Aturan Islam

Bandung, (shautululama) – Multaqo Ulama Aswaja Bandung, Sabtu, 27 november 2021 diselenggarakan secara daring via zoom …