PARA ULAMA MALANG RAYA SERUKAN JIHAD DALAM PENYELESAIAN PALESTINA

Malang, (shautululama.com), Forum Komunikasi Ulama (FKU) Aswaja Malang Raya, menggelar Mudzakarah Ulama, di Pondok Pesantren Al Furqon Kota Malang. Mudzakarah Ulama yang dilaksanakan pada Sabtu 23/12/2017, dihadiri sekitar 200 ulama, asatidz, dan tokoh masyarakat dengan tema “Selamatkan Al Quds”.

KH Abdul Qayum, koordinator FKU Aswaja Malang Raya, mengajak para ulama untuk peduli urusan kaum muslimin dimanapun berada, termasuk derita yang dialami saudara kita di Palestina yang mengalami pengusiran, pemerkosaan, pembunuhan, dll.

Abah Qoyum, yang juga pimpinan Majelis Ta’lim Pondok Bambu al-Islam Kota Malang, mengajak ulama agar tetap semangat dan terus berjuang menegakkan Syariah dan Khilafah sebagai solusi atas masalah Palestina.

Dalam mudzakarah ulama ini rawuh KH. Mahmudi Syukri, pengasuh Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kota Batu. Beliau berkesempatan memberikan taushiyah dan testimoni. Di awal paparannya Kyai Mahmudi mengatakan, bahwa two state solution adalah cara yang tidak syar’i. Cara yang sesungguhnya diinginkan Israel laknatullah, melalui skenario si congkak Trump. Karena hal itu merupakan pemakluman atas penjajahan, pembunuhan, serta perampasan tanah kaum muslimin, hal itu justru merupakan pengkhianatan atas perjuangan umat Islam Palestina.
Al Mukarom kyai Mahmudi menerangkan bahwa Yahudi Israel itu perampok. “Perampok kok disuruh hidup berdampingan dengan kaum muslimin Palestina yang tanahnya dirampok, mana mungkin”? Pungkasnya

Ulama alumni Ribath Tarim Yaman ini juga mrmyampaikan, tidak ada solusi bagu Palestina kecuali yang datangnya dari Rasulullah SAW. “Solusi yang dicontohkan Rasul pasti ada maslahat dunia dan akhirat, sehingga apa yang datang dari Rasul kita ikuti, apa yang dilarang kita jauhi,” terangnya.

Semoga kita tidak dapat dosa karena abai kepada saudara-saudara kita di Palestina. Solusinya hanya satu kata saja yaitu al Khilafah Islamiyah. “Khilafah adalah suara ulama yang merupakan bagian dari ijma’ para sahabat yang harus diikuti”, ungkap kyai alumni Ribath Tarim Yaman ini.

Islam adalah sebuah mabda yang sempurna, cukup dengan Islam untuk menyelesaikan Palestina, tidak sekedar mengutuk Israel. Solusinya kembali ke Khilafah Islamiyah, dialah institusi penjaga dan pelindung kaum muslimin, pungkasnya.

Shahibul Fadlilah Ust Muhammad Sul’an, ulama Sawojajar kota Malang, mengajak para ulama untuk membantu memikirkan saudara muslim yang lain.
“Ummat Islam ini seperti satu tubuh, kita harus turut merasakan penderitaan, pembantaian, pengusiran saudara muslim kita di Palestina”
Terlebih sejak pengakuan Donald Trump, Presiden Amerika, pada Jerusalem sebagai ibokota Israel, akan membawa petaka.

Sementara itu, ustad Muhammad Sul’an menjelaskan, keberadaan Israel di Palestina dengan menjajah dan mengusir warga Palestina. Sebelumnya tidak ada masalah dengan Palestina ketika Daulah Khilafah masih tegak. Masalah kemudian muncul setelah runtuhnya kekhilafahan di Turki pada 1924.

Saat itulah zionis Yahudi Israel merangsek, merampok tanah palestina dan menjajahnya mulai 1947. Selanjutnya pada tahun 1948 mengumumkan berdirinya negara Israel. Ini terjadi karena pengkhianatan para penguasa negeri muslim, seperti: Gamal Abdul Nasser Mesir, Raja Hussein Talal Yordania dan Abdullah dari Yordania.

Di akhir paparannya, Kyai Sul’an meyakinkan bahwa berharap penyelesaian masalah Palestina pada Amerika, tidak mungkin.
“AS adalah bapaknya Israel. Berharap pada Inggris juga tidak mungkin karena Inggris adalah ibu yg melahirkan Israel. Berharap pada PBB juga tidak mungkin karena PBB adalah bidan kelahirannya Israel. Jadi solusinya hanya dua kata yaitu Khilafah dan Jihad”, tegasnya.

Tambahnya, “Amerika adalah biang kerok dari seluruh masalah di dunia. Sebaiknya negeri-negeri Islam perlu berpikir ulang untuk mengusir Duta Besar Amerika dari negeri kaum muslimin”. [ws]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *