Pandemi Covid 19, Allah SWT Menunjukkan Rapuhnya Demokrasi dan Konsep Negara Bangsa

Depok, (shautululama) – Di tengah acara Multaqo Ulama Aswaja Kota Depok yang diadakan pada Sabtu, 16 Januari 2021 via Link Zoom dan Chanel Youtube Majlis Dirosah Islamiyah hadir peneliti sekaligus dosen di salah satu universitas di Jakarta Dr. Erwin Permana (selajutnya disingkat DEP). Beliau memberikan penjelasan bahwa Islam mewajibkan kesatuan umat berdasarkan aqidah Islam dan Khilafah bukan berdasarkan kapitalisme demokrasi dan negara bangsa.

DEP memberikan contoh lemahnya sistem demokrasi dan kapitalisme serta tata kelola konsep negara bangsa dalam menghadapi pandemi Covid 19. Beliau memaparkan fakta covid 19 dan gagalnya kapitalisme dalam menyelesaikan masalah.

Menurutnya, kehadiran covid 19 adalah sekenario Allah SWT untuk menyibak betapa rapuhnya sistem kapitalisme. Pakar kesehatan dunia memberikan himbauan supaya diterapkan lock down agar pandemi tidak menyebar ke seluruh penjuru dunia.

“Justru kebijakan yang diambil oleh kepala dunia seperti USA, Eropa termasuk Indonesia mengabaikan seruan tersebut. Maka yang terjadi adalah dengan sangat cepat covid 19 menyebar ke seluruh penjuru dunia.” Tegasnya.

DEP melanjutkan, Di Indonesia sendiri menunjukan pemerintah abai terhadap seruan ini. Seolah-olah kita ini kuat dan bebas dari covid 19. Malah dibuka mall dan diselenggarakan Pilkada. Akibatnya angka covid 19 meningkat. Ini menunjukan kebijakan berpihak kepada para pemilik modal.

Selain itu DEP juga memberi ilustrasi berdasarkan karikatur dari Rusia tentang piramida kekuasaan. Menurut karikatur terebut struktur paling tinggi adalah para pemilik modal, di bawahnya ada penguasa, lebih ke bawah lagi ada intelektual dan tokoh agama sampai paling bawah adalah masyarakat umum. Menurutnya, Ilustrasi tersebut sangat baik sekali untuk menggambarkan bahwa para penguasa mengabdi kepada pemodal bukan kepada rakyat.

DEP menjelaskan, bahwa pengabdian tersebut begitu ringkih saat diterpa pandemi global. Kapitalisme tidak bisa bekerja. Ini semakin diperparah dengan adanya konsep tata kelola oleh negara bangsa, konsep nasionalisme. Karena dampaknya adalah jika suatu bangsa sembuh maka akan riskan terjangkiti kembali oleh bangsa yang belum sembuh. Seterusnya begitu.

“WHO menyerukan agar melakukan sistem tata kelola global dalam menangani pandemi, tapi itu hanya sekedar seruan saja, yang paling memungkinkan adalah sistem yang dimiliki Islam berupa Daulah Khilafah sebagai pengganti demokrasi kapitalisme dalam menyelesaikan pandemi” tuturnya dalam kendaran menuju Sumatra.

DEP menambahkan, apa artinya WHO jika masing-masing negara memiliki kebijakan masing-masing. Menurutnya penangan pandemi semakin runyam karena dua hal; Yakni karena (masih) diterapkan ideologi kapitalisme dan sistem tata kelola negara bangsa yang membuat antar manusia terlepas satu sama lain yang berujung pada terpisahnya kebijakan dalam penanganan.

“Selama sistem kapitalisme masih tetap dipertahankan, kita tidak tahu sampai kapan kita bisa keluar dari pandemi selama manusia belum sadar akan penerapan Islam secara kaffah melalui institusi Khilafah Islamiyah.” Tegasnya penuh semangat. [ ]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …