Pandemi Corona, Bukti Gagalnya Kapitalisme Global dan Komunisme, Saatnya Khilafah Memimpin Dunia

Minangkabau, (shautululama) – Para ulama di Sumatra Barat, Kamis, 21 Mei 2020 / 28 Ramadhan 1441H, menggelar Multaqa Ulama Aswaja melalui media online. Multaqa ini dilaksanakan sebagai bentuk ihtimam ulama terhadap persoalan yang melanda umat manusia saat ini yaitu mewabahnya virus corona. Virus yang sudah berlangsung selama lebih dari dua bulan ini belum juga menunjukkah grafik penurunan. Bahkan penyebarannya semakin meluas, dan korban yang terus meningkat.

Sementara respon negara dalam menanggani wabah corona ini lambat dan tidak jelas perencanaannya, selain hanya formalisasi PSBB (pembatasan sosial berskala besar).  Sejumlah daerah dibatasi, sementara transportasi umum dibuka, tempat lalu lalangnya manusia, dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negara ke negara lain. Padahal manusia inilah penyebab menyerbarnya virus ini. Seruan agar masyarakat tinggal di rumah tidak sepenuhnya dipatuhi masyarakat, karena masyarakat tidak mendapatkan kompensasi dari negara selama tinggal di rumah. Sementara kebutuhan hidup mereka sehari-hari harus dipenuhi.

Mengawali multaqa kali ini, Shohibul Hajjah : Ustad Ahmad Khatib (Pembina Majelis Cinta Qur’an Padang) menyampaikan bahwa multaqa ulama aswaja yang kita adakan ini terselenggara karena kita peduli dengan nasib bangsa dan dunia ini, serta juga demi meninggikan kalimatillah Lailahaillallah Muhammadarrasulullah mewujudkan izzatul islam wal muslimin dengan penerapan syariah kaffah bil khilafah ‘ala manhajnubuwwah.

“Wabah virus Covid-19 yang berasal dari Wuhan yang menjalar keseluruh dunia ini meruntuhkan sendi-sendi semua negara, kapitalisme tidak mampu menjawab persoalan dunia, wajar dunia membutuhkan solusi baru, cara pandang baru mengatasi krisis global. Kinilah saatnya syariah dan khilafah menjawab tantangan dunia”, seru beliau

Lalu dilanjutkan dengan kalam minal ulama, sebagai pemateri  pertama: Ustad  H. Ardi Muluk, MT (Pengasuh Pesantren Al-Mustanir Padang), menyampaikan buruknya tata kelola dan tata penanganan wabah ala Kapitalisme begitu juga  Sosialisme komunisme, keduanya takluk oleh makhluk yang tidak bisa mereka lawan dengan teknologi mereka. Makhluk kecil ini memporak porandakan tatanan masyarakat negara adidaya dan seluruh negara satelitnya termasuk indonesia. “Mereka yang berpegang pada sistem di luar sistem Allah, ibarat berpegang rumah laba-laba, tidak bermanfaat pada mereka” beliau mengutip Quran Surat Al-Ankabut 41

“Semua negara menyelesaikan wabah yang ada sekarang ini ibarat bersandar kepada sarang laba-laba sehingga umat terancam meregang nyawa tanpa penyelesaian yang jelas. Kapitalisme, Demokrasi Nasionalisme dan sosialisme komunisme sudah waktunya lengser atau out of date, Kejatuhan kapitalisme sudah diramalkan 10-20 tahun yang lalu. Hari ini telah terasa, saat ini adalah sisa nafas-nafas terakhir kapitalisme, mereka tidak punya kekuatan untuk bangkit lagi, yang diperlukan sekarang adalah sistem alternatif, kekhilafahan nubuwah”

Dilanjut pemateri kedua : Ustad Rozi Tuangku Kayo (Pengasuh Majelis Ibadurrahman Bukittingi). Beliau mengajak para ulama Alim dan muballigh untuk terus membimbing umat baik disegi konsep pemikiran dan problem solfing. peran ulama saat ini adalah membangun al-wa’yu ala waqi’il badil lil waqi’il fasid : kesadaran atas fakta pengganti bagi fakta yang rusak. Wabah corona ini memberikan kita bukti nyata tentang kerusakan dan kegagalan kapitalisme menjaga kesehatan dan kestabilan ekonomi. islam adalah solusi yang tepat dari sistem buruk kapitalisme.

Di bulan Ramadhan, Allah menurukan alquran tidak sekedar dibaca dan dihafal apalagi dilombakan. al Quran wajib diamalkan dan diterapkan isinya, harus difahami dengan jelas dan jernih bahwa penerapan dan penegakan syariah islam secara kaffah sebagai wujud pengamalan penerapan alqur’an secara hakiki”

“Kami mengajak para alim ulama untuk mengambil peran perjuangan penerapan islam, syariah dan khilafah ini. umat butuh bimbingan para alim dan ulama dalam bentuk konsep, pemikiran berbagai pendapat, berbagai hukum problem solfing yang sifatnya harus taghyir sifatnya harus merubah. umat tentu juga butuh pemimpin baru ditengah-tengah mereka agar keamanan kenyamanan kembali hadir” tutup beliau

Meski dilaksanakan secara online multaqa ini disaksikan lebih dari 500 orang secara langsung dengan dihadari lebih dari 70 undangan yang terdiri dari para ulama, kyai dan tokoh masyarakat di Sumatra Barat.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Ulama Aswaja Palu Sulteng, Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Melegalkan Seks Bebas

Palu, Sulteng (Shautululama) – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permen Dikbudristek) Nomor 30 Tahun …