Ngopi Asyik Bareng Darrun Nahdlah: “Kita Disatukan Oleh Kalimat Laa Ilaaha Illallah Muhammadurrasulullah”

Bandar Lampung, (shautululama) – Majelis Ta’lim Annahdlah menggelar acara “Ngobrol Pemikiran Islam (Ngopi), Amalkan Syariat Islam Kaffah ” dengan tema “Membela Saudara Seaqidah Adalah Realisasi Cinta dan Benci Karena Allah”. Acara dilaksanakan pada pukul 20.15 bertempat di Saung Tatsqif – Korpri , Bandar lampung, Jum’at (9/11/2018) bersama Kyai Bustomi Al Jawy.

Dalam acara yang dihadiri puluhan orang ini, Kyai Bustomi al-Jawy selaku pemateri memaparkan pentingnya silaturahim dalam rangka silah ukhuwah karena setiap mukmin itu bersaudara.

“Kita berada di majelis ini, bukan disatukan oleh ormas, partai, madzhab, atau kelompok-kelompok lainnya, akan tetapi kita disatukan oleh Laa Ilaaha Illallah Muhammadurrasulullah”,
ujar Kyai Bustomi

Obrolan pada majelis ini sangat asik karena ruhnya adalah kitab Min Muqowwimat An-Nafsiah Al-Islamiyah. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh jamaah tentang situasi politik terkini yang membuat keadaan sekarang semakin terasa miskin ukhuwwah.

Kyai Bustomi menjawab bahwa miskinnya ukhuwwah karena tidak adanya saling melindungi kehormatan saudaranya. Contohnya ada ulama yang terkena berita miring, pihak yang bersebrangan merasa senang. lalu saat ada kepastian bahwa ulama tersebut difitnah dan pemfitnah diancam hukuman pancung pihak yang berlainanpun merasa senang.

“Ini masalah, senang saat sesama saudara merasa susah, yang pasti koridor sikap kita tidak keluar hukum syara’, seperti yang termaktub dalam kitab ini (Min Muqowwimat An-Nafsiah Al-Islamiyah-red)”, ujar beliau.

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa yang melindungi kehormatan saudaranya, maka Allah akan melindungi wajahnya dari api neraka di hari kiamat”.

Oleh karenanya, jika ada saudara kita terkena fitnah, kita wajib melindungi kehormatannya dengan membongkar makar-makar pemfitnah. Namun jika fitnah itu benar adanya, maka kita tidak boleh ikut menyebar aibnya, lanjut Kyai Bustomi.

Beliau juga mengatakan bahwa jika ada pemimpin yang salah dalam pengucapan lafadz Arab, kita tidak boleh ikut-ikutan menghinakannya karena itu kesalahan personal bukan sebagai pemimpin yang membawahi kebijakan publik.

“Kalau berkaitan dengan kebijakan publik, lain lagi ” ujarnya.

Kyai Bustomi juga memberikan solusi yang membuat para hadirin tersenyum sumringah.

“Sudahlah, biar ukhuwah kita tidak lagi terpecah antara paslon nomor 1 dan nomor 2 beserta para pendukungnya pilih Khilafah saja” ujar beliau santai.

Diakhir acara, Kyai Bustomi menutup dengan doa yang dilanjutkan ramah tamah sembari menikmati kopi yang telah tersedia. (red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *