Ngobrol Pemikiran Islam, “Proyek OBOR China Semakin Langgeng”

0
425

Bandar Lampung, (shautululama) – Majelis Ta’lim Annahdlah menggelar acara “Ngobrol Pemikiran Islam (Ngopi), Amalkan Syariat Islam Kaffah” yang bertajuk “Kausalitas Menyelamatkan Indonesia Adalah Khilafah” dilaksanakan pada pukul 20.30 bertempat di Markaz Annahdlah – Bandar lampung, Jum’at (5/7/2019).

“Hakikat kehidupan kita adalah menjalani cerita yang sudah tercatat rapi dalam Lauhul Mahfuz“, buka Kyai Bustomi Al-Jawy mengawali acara Ngopi kali ini.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Era kembalinya kebangkitan Islam dan kaum muslimin dalam lauhul mahfuz tidak akan bisa dicegah, akan tetapi wilayah amal manusia itu bukan berdasarkan informasi dalam lauhul mahfuz, biarlah itu menjadi wilayah prerogatif Allah SWT.

Lauhul Mahfuz itu pasti tetapi tidak mengikat, karena di wilayah yang dikuasai kita selaku manusia ada kausalitas yang bisa dipilih“, ujar Kyai Bustomi.

Beliau melanjutkan bahwa realitas masa kini, jika ada istilah yang lebih rendah dari membusuk maka itulah kondisi negeri kita sekarang ini, dari hutang semakin menumpuk, kas negara cekak maka zakat disikat, proyek OBOR China semakin langgeng dengan para komprador aseng, dan sebagainya.

“Negeri ini harus segera ditolong, tentunya dengan amalan yang benar dan tepat kausalitasnya“, tegas beliau.

Mengenai kausalitas, Rasulullah SAW-pun melaksanakan kausalitas yang tepat seperti pada saat perang, Rasulullah diskusi terlebih dahulu dengan ahli perang mengenai penguasaan sumber air demi kemenangan psikologis terhadap musuh.

Kemudian beliau menegaskan kembali bahwa jika ingin membangkitkan Islam dan kaum muslimin seperti jaman dahulu, kausalitas perjuangan kita harus benar dan tepat.

“Kita terpuruk dari berbagai sisi, diantaranya, politik, sosial, serta ekonomi dan itu semua dikarenakan pemikiran kita sebagai umat Islam masih tertidur lelap dan sedang asik bermain dengan pemikiran-pemikiran kufur seperti demokrasi, sekularisme, kapitalisme, dan isme-isme lainnya“, ujar beliau.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa tertidurnya pemikiran umat akan memberikan efek pada pergerakan atau perjuangan yang tanpa arah dan serampangan.

“Ingin kebangkitan umat lewat jalur ekonomi, itu bukan membangkitkan melainkan menyelamatkan perut masing-masing, bagaimana mau bangkit? apakah masih belum sadar kita sedang bernaung dalam sistem akbar ekonomi Kapitalis?“, tanya beliau retoris.

Menjelang akhir beliau menegaskan kembali bahwa umat Islam terpuruk karena pemikiran sehingga membangkitkannya pun lewat jalur pemikiran, jika melalui jalur ekonomi kausalitasnya tidak cocok.

“Kausalitas yang tepat dalam menyelamatkan negeri ini adalah perjuangan menegakkan Khilafah bukan menunggunya, atau bahkan menolaknya“, pungkas beliau.

Pembacaan doa oleh Mang Erwan menandakan acara Ngopi ini telah berakhir yang kemudian para jama’ah melanjutkan menikmati kopi yang telah tersedia dan foto bersama. [rr]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here