Negara China Komunis Tidak Layak Dijadikan Sandaran

0
205

Banyuwangi, Jatim (shautululama) – Dalam multaqa ulama aswaja Jatim, Jateng dan DIY yang dilaksanakan hari Ahad, 9/8/2020 lalu, salah satu ulama aswaja dari ujung timur Jawa Timur yang didaulat panitia untuk menyampaikan aqwal minal ulama adalah KH. Moh Asyrofi Syafi’, Pengasuh Pondok Pesantren Darun Naja, Banyuwangi, Jawa Timur.

“Saat sekarang ini dengan Pandemi covid-19, kita melihat dengan mata kepala sendiri, betapa rapuhnya negara China Komunis yang dibangga-banggakan banyak orang, betapa lemahnya negara China Komunis ini. Oleh karena itu, tidak layak mengantungkan diri pada negara seperti ini”, ucap Kyai Asrori mengawali aqwalnya.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Belaiu lanjutkan, “Tema multaqa saat ini sangat tepat, untuk meninggalkan kapitalisme dan komunis, menuju masa depan islam”.

Mengapa demikian, sangat-sangat tidak layak negeri-negeri kaum muslimin menggantungkan harapannya kepada China Komunis. Sudah saatnya negeri-negeri kaum muslimin, negeri-negeri islam hanya menyandarkan harapannya kepada islam, aturan yang bersal dari Allah SWT untuk mengatur kehidupan ini di bawah naungan khilafah.

“Mudah-mudahan dengan adanya multaqa kali ini, kita tersadarkan dan kembali kepada islam, kembali kepada aturan dari Allah SWT, dengan sistem khilafah sebagai pelaksana syariah islam secara kaffah, sebagaimana dulu pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para khulafaur rosyidin serta khalifah setelahnya”, tutup Kyai Asrori mengakhiri aqwalnya.
Acara yang disiarkan secara langsung melalu channel Youtube multaqa ulama aswaja TV ini, disaksikan oleh ribuan orang secara daring.